Evaluasi Kromatin Sperma Sebagai Indikator Kualitas Sperma

Ahmad Syauqy, Bagian Ilmu, Biologi Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Ilmu Kesehatan, Universitas Jambi
unpublished
There are infertility cases that is founded on man, which can't be explained. It encourages androlog and the researcher to find another examination besides men's fertility examination as commonly use in clinic. Nowadays, sperm chomatin is not become a clinical parameter in deciding man fertility yet. According to some researchers, abnormality in sperm chromatin can influence infertility in men. Sperm chromatin's examination that is commonly use is aniline blue and toluidine blue examination.
more » ... lue examination. Aniline blue examination is used to see chromatin's sperm maturity and toluidine blue examination is used to see packaging of sperm chromatin. Some researchers told that aniline blue and toluidine blue examination is recomended to complete semen's analysis in men's fertility examination. ABSTRAK Ditemukannya kasus infertilitas pada pria yang tidak dapat dijelaskan mendorong para klinisi dan peneliti untuk menemukan pemeriksaan penunjang selain pemeriksaan fertlitas pria yang telah umum dilakukan. Saat ini, aspek kromatin sperma belum menjadi salah satu parameter klinik dalam penentuan fertilitas seorang pria sedangkan dari beberapa penelitian menunjukkan bahwa abnormalitas pada kromatin sperma dapat menyebabkan infertilitas pada pria. Pemeriksaan kromatin sperma yang banyak digunakan adalah pemeriksaan biru anilin dan biru toluidin. Pemeriksaan biru anilin digunakan untuk melihat kematangan kromatin sperma dan pemeriksaan biru toluidin digunakan untuk melihat kepadatan kromatin sperma. Dari beberapa penelitian menunjukkan bahwa pemeriksaan biru anilin dan biru toluidin sangat dianjurkan untuk melengkapi pemeriksaan analisis semen dalam pemeriksaan fertilitas pria. Kata Kunci: Kromatin sperma, Kualitas sperma PENDAHULUAN Saat ini permasalahan reproduksi pria yang banyak mendapatkan perhatian adalah masalah infertilitas. Infertilitas pada pria mencapai angka 50% dari kasus infertilitas secara umum. 1 Dari 50% kasus tersebut, 6-27% merupakan kasus infertilitas pada pria yang tidak dapat dijelaskan penyebabnya.
fatcat:qf7a2555b5e3jh5owlkrlsgfay