KAJIAN TEKS KENDALA PENGGUNAAN ISTILAH TEKNOLOGI INFORMASI BERBAHASA INDONESIA

Itsna Hadi Saptiawan
2016 Retorika: Jurnal Ilmu Bahasa  
Abstrak Istilah diciptakan sebagai intisari (rangkuman) suatu konsep agar dalam penyampaiannya dapat menjadi representasi pengalaman pengguna bahasa ketika berinteraksi dengan bidang yang berhubungan dengan penggunaan istilah tersebut. Fungsi komunikatif suatu istilah, dalam hal ini, dengan demikian berkaitan dengan fungsi praktisnya bagi para penggunanya. Jika suatu istilah hanya mengedepankan esensi konseptual tanpa mengindahkan pemahaman pengguna terhadap fungsi istilah tersebut,
more » ... rsebut, dimungkinkan penerapan istilah tersebut terbatas pada kalangan tertentu saja. Terkait dengan hal tersebut, penelitian ini berusaha mengungkap kendala yang dihadapi oleh istilah teknologi informasi berbahasa Indonesia yang kosakatanya diserap atau diterjemahkan dari bahasa asing. Fokus penelitian terletak pada asumsi akan digunakannya istilah tersebut oleh para pengguna. Sejalan dengan ini, uraian tentang peluang serta tantangan penerapan kosakata sejenis menjadi hal yang penting. Analisis dalam penelitian ini mengacu pada pendekatan komunikatif yang dikemukakan oleh Agnes Kukulska-Hulme. Hasilnya, ditemukan kendala konteks verbal baik itu konteks gramatikal maupun semantik dalam banyak padanan yang dihasilkan. Ambiguitas, termasuk ekspresi idiomatik menjadi dua contoh yang mengemuka. Ini belum termasuk penggunaan singkatan, istilah semi teknis, serta makna budaya tertentu yang memiliki asosiasi berbeda kepada para pengguna padanan istilah teknologi informasi tersebut. Abstract The term was created as an essence (summary) of a concept so that the delivery could be a representation of the language user's experience when interacting with a field related to the use of the term. Communicative function of a term, in this case, thus related to its practical functionality for its users. If a term is only put forward the conceptual essence regardless of the user's understanding of the function of the term, the application of the term could be limited to certain circles. Related to the fact above, this study seeks to uncover the obstacles faced by the term information technology in Indonesian language vocabulary absorbed or translated from foreign languages. The focus of research lies in the assumption in which the term will be used by users of information technology. In line with this, the description of the opportunities and challenges of the implementation of similar vocabulary becomes important. The analysis in this study refers to the communicative approach proposed by Agnes Kukulska-Hulme. As a result, verbal context both grammatical and semantic context appear as constraints in many equivalent produced. Ambiguity, including idiomatic expressions becomes the two prominent examples. This does not include the use of abbreviations, semi-technical terms, as well as specific cultural meanings that have different associations to the users of the information technology equivalent terms.
doi:10.22225/jr.2.1.171.49-63 fatcat:kf3mbztcvzf3nd2unqklbkvgie