Pengembangan Model Penilaian Eksperimen Menggunakan Socio-Assessment pada Pembelajaran IPA (Fisika) di SMP

Duden Saepuzaman, Setiya Utari, Muhamad Gina Nugraha, Saeful Karim, Raden Giovanni
2019 WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika)  
Socio-assessment adalah penilaian proses pendidikan dari perspektif sosiologi yang meliputi beberapa hal, diantaranya: pola umum kehidupan sosial siswa (selama berlangsungnya proses belajar ataupun setelah mengalami belajar), cara berpikir dan bertindak siswa di pengaruhi oleh bagaimana pihak guru memperlakukannya, prilaku siswa juga dipengaruhi oleh interaksi sosial siswa baik dilingkungan sekolah maupun di luar lingkungan sekolah, pada akhirnya siswa akan termarginalkan setelah menempuh
more » ... ikan untuk mendapatkan perubahan status sosial yang diinginkan. Studi ini difokuskan pada bagaimana keterlaksanaan, rubrik penilaian dan temuan pada saat pelaksanaan eksperimen IPA (Fisika) pada beberapa materi yang telah dilakukan di beberapa sekolah menengah pertama. Tinjauan temuan mulai dari observasi kelas melihat bagaimana guru dan siswa mengalami interaksi sosial untuk mencapai tujuan pembelajaran sampai pada menganalisis hasil temuan (refleksi) untuk membangun masyarakat belajar yang lebih baik. Penelitian akan menghasilkan model eksperimen dan model penilaian yang dipandang dapat memberikan pengalaman yang bermakna bagi siswa dalam kemampuan bereksperimen. metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan atau Research and Development (R&D). Populasi yang digunakan adalah peserta didik SMP di beberapa sekolah yang berbeda dengan masing-masing kelas melakukan eksperimen dengan judul yang berbeda-beda. Hasil penelitian menunjukan masih perlu adanya upaya tidakan guru selama proses pembelajaran. Hal ini didasarkan pada temuan proses pembelajaran baik yang langsung maupun yang tertulis dalam Lembar Kerja Siswa (LKS). Sebagai contoh untuk aspek observasi, Sebagian siswa menuliskan hasil observasinya tidak benar-benar berdasarkan apa yang diamati menggunakan panca indra mereka, melainkan sudah menyinggung materi-materi IPA Fisika berdasarkan pengetahuan awal yang dimiliki masingmasing siswa. Selain itu, siswa belum secara optimal mengungkapkan semua data yang diobservasi.Sebagai upaya tindakan guru dengan cara Mengembangkan pertanyaan arahan untuk melakukan pengamatan berkaitan dengan data yang dapat diobservasi jangan biarkan siswa terlalu menggunakan pengetahuannya untuk mengungkapkan hal yang diobservasi, hal ini penting agar kemampuan observasinya terlatihkan.
doi:10.17509/wapfi.v4i1.15725 fatcat:t3nqfcb6ifekdcqxagydqbkngi