ANALISIS KEKUATAN TARIK DAN STRUKTUR MIKRO MATERIAL KOMPOSIT PADA BODY MOBIL LISTRIK PROSOE KMHE 2019

Rizki Fadilah
2020 Jurnal Teknik Mesin  
Abstrak -Perkembangan teknologi material saat ini sangatlah pesat. Banyak penelitian mengenai material terutama polimer dan komposit yang saat ini sedang banyak dikembangkan. Mengingat material komposit memang memiliki potensi yang bagus dalam aplikasinya yang meliputi bidang penerbangan, otomotif, perkapalan, kereta api, dan konstruksi bangunan. Penelitian material komposit yang digunakan dalam pembuatan body mobil listrik KMHE (Kontes Mobil Hemat Energi) 2019 yaitu menggunakan material
more » ... kan material Fiberglass. Fiberglass merupakan bahan paduan atau campuran beberapa bahan kimia (bahan komposit) yang terdiri dari cairan resin (water glass), katalis, kalsium karbonat, matt, cobalt blue, dan wax (mold release) yang bereaksi dan mengeras dalam waktu tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kekuatan tarik dan struktur mikro material komposit dalam pembuatan body mobil listrik KMHE (Kontes Mobil Hemat Energi) 2019 dengan variasi komposit 3 lapis dan komposit 5 lapis. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimental dan jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Untuk memperoleh hasil tentang analisis besarnya kekuatan tarik dan struktur mikro material komposit dengan variasi lapisan komposit, data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis deskriptif, yakni menjabarkan perbandingan spesimen yang diberi perlakuan secara berbeda-beda ketika proses pengujian tarik pada spesimen uji. Nilai dari hasil uji kekuatan tarik setiap kelompok di rata-rata kemudian di bandingkan dengan nilai rata-rata uji kelompok yang lain. Hasil perbandingan uji kekuatan tarik dan kelompok kemudian di analisis. Objek penelitian material yang dipakai adalah material fiberglass. Spesimen uji kekuatan tarik mengacu pada standar JIS 6521. Hasil penelitian diperoleh nilai rata rata kekuatan tarik tertinggi dari hasil pengujian spesimen komposit yaitu dengan variasi komposit 5 lapis dengan kekuatan tarik sebesar 51.22 MPa dibandingkan komposit 3 lapis dengan nilai kekuatan tarik sebesar 39.48 MPa. Penambahan serat juga berpengaruh kepada regangan komposit. Pada pengujian komposit dengan serat 3 lapis nilai regangan yang didapat yaitu 0.53 %, dan pada komposit dengan serat 5 lapis regangan yang diperoleh yaitu 0.19 %. Kerusakan yang terjadi pada komposit setelah dilakukan uji tarik merupakan patah getas, karena patah yang terjadi pada komposit cenderung tegak lurus dengan arah pembebanan.
doi:10.22441/jtm.v9i2.6199 fatcat:s4lsginhh5a5bc2wwarnxiryxm