PERAN UMAT HINDU DAN KRISTEN DALAM MENJAGA TOLERANSI KEHIDUPAN MASYARAKAT DI KOTA KUPANG NUSA TENGGARA TIMUR

I Gusti Made Widya Sena
2020 Harmoni  
Kota Kupang merupakan ibu kota provinsi Nusa Tenggara Timur. Kota Kupang adalah sebuah kotamadya yang terletak di pesisir teluk Kupang, sebelah barat laut dari pulau Timor. Sebagai kota terbesar di provinsi Nusa Tenggara Timur, Kota Kupang merupakan sentral dari berbagai aktivitas ekonomi, sosial, budaya, politik dan pendidikan.Selain sebagai sentral aktivitas masyarakat Nusa Tenggara Timur, Kota Kupang ditempati oleh berbagai suku bangsa yang hidup dan berkembang didalamnya. Seperti suku
more » ... Seperti suku Timor, Rote, Sabu, Flores, Tionghoa, Jawa, Bali dan Bugis, yang memeluk salah satu agama diantara agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu dan Buddha. Timbulnya gesekan dan konflik sosial akibat dari persaingan yang tidak sehat, cara pandang yang berbeda serta pengaruh budaya dari masyarakat lain sangat mungkin terjadi di daerah yang heterogen seperti ini. Hal ini disebabkan karena unsur ego sebagai unsur internal dan unsur lingkungan luar sebagai unsur eksternal sangat berpengaruh pada kehidupan masyarakat Kota Kupang.Untuk itu sikap empati, keterbukaan dan toleransi dalam meningkatkan relasi sosial yang telah ada sangat perlu dikedepankan menuju kehidupan yang harmoni di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur.Khususnya peran umat Hindu dan Kristen di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Penelitian ini peneliti teliti karena peneliti ingin mengetahui sejauhmana pola interaksi dan peran umat Hindu dan Kristen dalam menjaga toleransi kehidupan masyarakat di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Berdasarkan hal tersebut, maka dalam penelitian ini ada dua permasalahan yang akan dibahas antara lain: 1) mengetahui apa peluang dan hambatan dalam mengembangkan toleransi kehidupan masyarakat di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur; 2) mengetahui peran umat Hindu dan Kristen dalam menjaga toleransi kehidupan masyarakat di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Selanjutnya, hasil penelitian ini nantinya diharapkan dapat membuka cakrawala berpikir tentang sikap saling menghargai dan menghormati, persaudaraan, meningkatkan empati pada sesama sehingga nantinya akan bermuara pada iklim kerukunan antarumat beragama yang harmoni.
doi:10.32488/harmoni.v19i1.323 fatcat:bmtuknthmvggpg3bnv5m6sf6nq