Konstruksi Realitas Media Hiburan: Analisis Framing Program Redaksiana Di Trans7

Indra Prawira
2014 Humaniora  
News program is one of Indonesia's most popular programs although in practice the program is still unable to compete with entertainment programs. Redaksiana program has successfully captured the heart of Indonesian audiences with achieving a high rating. This program displays different information to the news program in general, so it is more interesting to watch. Similar to other media, television program Redaksiana on Trans7 presents the news as the result of selection, construction, and
more » ... struction, and reconstruction. Research problem studied is how Redaksiana constructs the news and what frames it uses. This research was conducted using qualitative method through the Pan and Kosicky framing model analysis. The structure of news framing elements studied was schematic, script, thematic, and rhetorical. The results were seen from the schematic structure and news scripts "Lose in votes, Legislator Candidate Blocked the Village Road" according to the script writing television news. Redaksiana featured the elements of 5Ws + 1H as the main element of the news. However, the frame was clearly visible in thematic and rhetorical. The way Redaksiana wrote the fact (thematic) and how Redaksiana emphasized the fact (rhetorical) of news writing indulge sensational elements. It is then pointed out as a factor that makes the news "Lose in votes, Legislator Candidate Blocked the Village Road" interesting to watch. ABSTRAK Program berita merupakan salah satu program terpopuler Indonesia saat ini meskipun pada praktiknya program ini masih kalah bersaing dengan program hiburan. Program Redaksiana telah berhasil memikat hati penonton Indonesia dengan pencapaian rating yang tinggi. Program ini menampilkan informasi berbeda dengan program berita pada umumnya, sehingga lebih menarik untuk disimak. Seperti juga media lainnya, program televisi Redaksiana di Trans7 menyajikan berita yang merupakan hasil seleksi, konstruksi, dan rekonstruksi. Masalah penelitian yang dikaji adalah bagaimana Redaksiana mengemas realitas berita serta frame yang dipakai. Dengan mengetahui frame yang digunakan bisa diketahui bagaimana Redaksiana memaknai peristiwa sebelum disampaikan kepada publik. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif melalui analisis framing model Pan dan Kosicky. Struktur berita yang dikaji adalah elemen framing: skematik, skrip, tematik, dan retorik. Hasilnya dilihat dari struktur skematik dan skrip berita "Kalah Suara Caleg Blokir Jalan Desa" sesuai dengan penulisan naskah berita televisi. Redaksiana telah menampilkan unsur 5W+1H sebagai unsur utama berita, tetapi frame terlihat dengan jelas saat pengkajian elemen tematik dan retoris. Cara Redaksiana menuliskan fakta (tematik) dan penekanan fakta (retoris) penulisan berita mengumbar unsur sensasional. Hal inilah yang kemudian disinyalir sebagai faktor yang membuat berita "Kalah Suara Caleg Blokir Jalan Desa" menjadi menarik.
doi:10.21512/humaniora.v5i2.3222 fatcat:fmbsynz7pbcrvhcrnbjdn6cv4m