The Changes of Students' Toefl Score After One Year Learning

Ienneke Indra Dewi, Darna Darna, Djuria Suprato
2015 Humaniora  
BINUS students are supposed to increase their English competence indicated by their TOEFL scores. This paper aims to observe the differences between studens TOEFL scores obtained when they entered BINUS and the scores after they joined TOEFL courses at BINUS for one year. The participants were 121 students. The data for the entrance test were taken from the BINUS data center and the final test data were taken from their final test at English class. The data were analysed using statistics
more » ... g statistics especially the descriptive statistics, comparing means, and correlation. To support the quantative data, a set of questionnaires was distributed to those 121 students. The results show that the students' TOEFL scores have increased significantly in the final test compared to those in the entrance test. The low achiever students showed a better performance than the higher ones. Students' motivation and background support their English study. Students proved to have the most problem in listening. The results of the research are expected to be the input for English lecturers to improve their teaching especially the existence of SALLC (Self Access Language Learning Center). ABSTRAK Mahasiswa BINUS diharapkan dapat meningkatkan kemampuan bahasa Inggris yang diukur melalui hasil nilai TOEFL. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perubahan nilai TOEFL mahasiswa dari tes masuk dan setelah mengambil satu tahun mengikuti pelajaran TOEFL. Sejumlah 121 mahasiswa BINUS belajar bahasa Inggris TOEFL selama satu tahun. Data TOEFL untuk tes masuk diambil dari Pusat Data di BINUS dan data tes akhir diambil dari nilai tes akhir semester yang berupa data Paper Based Test. Metode kuantitatif, yaitu statistik deskriptif dan T-test dipakai untuk melihat tingkat signifikansi nilai mahasiswa tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan yang signifikan antara tes masuk dan tes akhir. Mahasiswa low achievers lebih menunjukkan kemajuan yang lebih tinggi dibandingkan mahasiswa high achievers. Tingkat pencapaian dengan kategori sangat tinggi ada pada mahasiswa low achievers, sedangkan tingkat pencapaian dengan kategori sangat rendah ada pada high achievers. Motivasi dan latar belakang mahasiswa cukup mendukung, hanya mereka berpendapat bahwa bahan yang diajarkan cukup sulit. Diharapkan, hasil yang ada dapat dipakai untuk meningkatkan mutu pembelajaran dan acuan untuk evaluasi pengajaran, baik bahan, metode, dan teknik pengajaran bahasa Inggris di BINUS University. Kata kunci: TOEFL, kemampuan bahasa Inggris, pengajaran bahasa Inggris
doi:10.21512/humaniora.v6i4.3379 fatcat:4t3bfuutkzdhxnznnr2iuzv6gm