HAM ISLAM DAN DUHAM PBB: Sebuah Ikhtiar Mencari Titik Temu

Izzuddin Washil, Ahmad Khoirul Fata
2018 Miqot: Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman  
Abstrak: Meski secara umum memiliki kesamaan dengan Deklarasi Umum Hak Asasi Manusia (DUHAM) Perserikatan Bangsa-bangsa, konsep Hak Asasi Manusia (HAM) dalam Deklarasi Kairo memiliki spesifikasi tertentu yang berbeda. DUHAM bersumber dari paradigma Barat, sementara Deklarasi Kairo berbasis syariat. Dilihat dari perspektif DUHAM, ada beberapa hal spesifik dalam HAM versi Dunia Islam yang dinilai melanggar HAM. Dengan melakukan pemaknaan ulang terhadap beberapa konsep Islam, tulisan ini menemukan
more » ... lisan ini menemukan adanya peluang agar Deklarasi Kairo dengan DUHAM bisa berjalan beriringan. Pendahuluan Secara umum terdapat dua Hak Asasi Manusia (HAM) dalam konsep Islam. Pertama, HAM dasar yang diletakkan oleh Islam bagi seseorang sebagai manusia. Kedua, HAM yang dianugerahkan oleh Islam kepada kelompok rakyat atau orang tertentu dalam situasi tertentu, status tertentu dan posisi tertentu. Hak-hak khusus bagi non-Muslim, wanita, anakanak, dan lainnya adalah contoh dari kategori HAM yang kedua ini. 1 Pada kategori pertama, HAM yang berkembang di dunia Islam dan HAM yang berkembang di Barat tidak mempunyai perbedaan yang signifikan. Keduanya mendukung ide penghormatan hak asasi manusia tanpa diskriminasi ras, agama, gender, maupun atribut lain, kapan dan di mana pun manusia berada. Hak asasi ini melekat pada manusia sejak ia lahir sebagai anugerah dari Allah Swt. maupun sebagai hasil dari pemikiran filosofis manusia itu sendiri. Namun pada kategori kedua, ada kekhususan aturan yang membedakan HAM yang berkembang di dunia Islam dengan HAM yang berkembang di Barat. Aturan khusus ini lahir dari aturan syariah 2 di dunia Islam. Dari sini muncul permasalahan HAM di dunia Islam. Dalam hal tertentu, HAM di dunia Islam mempunyai aturan yang berbeda dengan HAM di Barat, dan pada taraf tertentu dinilai diskriminatif dan tidak manusiawi. Kedua HAM ini, dalam hal tertentu, memang berbeda, dan membandingkan keduanya dalam suatu kajian ilmiah menjadi hal yang menarik karena keduanya mempunyai sejarah dan peradaban yang berbeda. Perbedaan keduanya sudah terlihat bahkan sejak draf Deklarasi Universal HAM disusun pada 1947. Delegasi Arab Saudi saat itu mengajukan keberatan Izzuddin Washil dan Ahmad Khoirul Fata: HAM Islam dan DUHAM PBB 1 Hasan Basri, "Catatan Editor," dalam Rusjdi Ali Muhammad, Hak Asasi Manusia dalam Perspektif Syariat Islam (Banda Aceh: Ar-Raniry Press dan Mihrab, 2004), h. iiii. Ada juga yang mengklasifikasi HAM dalam Islam menjadi dua bagian, yakni HAM yang bersifat pribadi (private) dan publik (public). Hak-hak pribadi adalah hak-hak individu sebagai anggota masyarakat, dan hak-hak publik adalah hak-hak masyarakat Muslim secara luas. Hak-hak yang kedua disebut juga sebagai hak-hak Allah. Termasuk hak pribadi adalah hak mendapatkan keselamatan personal; memperoleh pemuliaan, persamaan, persaudaraan, dan keadilan. Dan di antara hak publik adalah hak ibadah, hak meminta perlindungan negara dari kriminalitas, hak terlibat dalam kegiatan publik.
doi:10.30821/miqot.v41i2.394 fatcat:nd3w7dfp4jbhhlfslr3nvzjyau