Normalisasi Kekerasan Seksual Wanita di Media Online

Yofiendi Indah Indainanto
2020 Jurnal Komunikasi  
ABSTRAK Produksi teks yang cenderung memberikan porsi berlebih dalam pemberitaan media, sering kali memposisikan wanita sebagai penyebap masalahan, pemberitaan vulgar dan menyudutkan wanita sebagai korban sehingga hal tersebut menjadi normal dalam komsumsi pembaca. Pandangan feminisme radikal kultural menyebut wanita selalu menjadi korban kekerasan seksual karena adanya dorongan hasrat laki-laki sebagai subjek dan wanita sebagai objek. Metode penelitian ini menggunakan analisis framing Entman
more » ... is framing Entman dengan paradigma kritis untuk membongkar produksi teks media. Objek analisis mengenai kasus kekerasan seksual Lucinta Luna yang diambil dari empat media, Tribunnews.com, viva.co.id, liputan6.com, dan okezone.com dengan sistem memilih satu berita untuk mewakili. Pemilihan objek didasari korban berstatus publik figure dan diduga transgender. Hasil penelitian menunjukan ketiga media membingkai kasus kekerasan seksual dengan mengeblurkan persoalan utama dan lebih menekankan persoalan drama, sensasi, kontroversi dan identitis korban dengan tampilan perempuan. Penonjolan berita cenderung menyudutkan korban (akrab didunaia malam) dan memposisikan korban sebagai penyebap masalah (berpakaian mini). korban sangat dominan sebagai narasumber dan penggerak narasi berita, sehingga menormalkan kekerasan seksual dengan menyudutkan korban. ABSTRACT Text production that tends to give an excessive portion of media coverage often positions women as problem makers, vulgar reporting and corners women as victims so that it becomes normal in readers' consumption. The view of radical cultural feminism says that women are always victims of sexual violence because of the desire of men as subjects and women as objects. This research method uses Entman framing analysis with a critical paradigm to dismantle media text production. The object of analysis regarding Lucinta Luna's sexual assault cases taken from four media, Tribunnews.com, viva.co.id, and liputan6.com, with the system of selecting one news to represent. The selection of objects is based on the victim's status as a public figure and allegedly transgender. The results showed that all three media frame sexual violence cases by blending the main issues and emphasizing the issue of drama, sensation, controversy, and identity of victims with the appearance of women. The prominence of the news tends to corner the victim (familiar in the night world) and position the victim as a problem driver (dressed in a mini). the victim is very dominant as the source and the driving force of the news narrative, thereby normalizing sexual violence by cornering the victim.
doi:10.21107/ilkom.v14i2.6806 fatcat:sk7w3f52gbep7deaiwlxz525xi