Akomodasi Komunikasi pada Mahasiswa Beda Budaya di Kota Kupang

Petrus Ana Andung, Ferly Tanggu Hana, Antonia Bara Benge Tani
2019 Jurnal Manajemen Komunikasi  
ABSTRAK Wawasan dan pemahaman multikultur belum mendapat perhatian serius dalam pendidikan tinggi. Bahkan, ketika mahasiswa baru memasuki pendidikan tinggi mereka tidak mendapat pelatihan khusus mengenai pengetahuan multikultur. Karena itu berbagai hasil penelitian baik di Indonesia maupun luar negeri memberikan data bahwa mahasiswa-mahasiswa luar daerah maupun asing cenderung mengalami berbagai kendala dalam hal adaptasi budaya. Karena itu, pilihan melakukan akomodasi komunikasi menjadi salah
more » ... kasi menjadi salah satu jawaban guna mengatasi kesenjangan komunikasi antar budaya. Salah satu kelompok mahasiswa di Universitas Nusa Cendana yang secara konsisten melakukan tindakan akomodasi komunikasi adalah mahasiswa etnis Manggarai. Karena itu penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengalaman akomodasi komunikasi mahasiswa etnis Manggarai dengan mahasiswa tuan rumah di Universitas Nusa Cendana, dan memetakan pemaknaan mahasiswa Manggarai sebagai mahasiswa perantau di Kota Kupang. Guna membantu menjelaskan hasil penelitian, teori komunikasi yang dipakai adalah interaksi simbolik. Penelitian kualitatif ini menggunakan metode fenomenologi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan pengamatan. Data selanjutnya dianalisis menggunakan teknik enam langkah menurut Creswell. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa etnis Manggarai melakukan tindakan akomodasi komunikasi sebagai solusi mengatasi penolakan sosial mahasiswa tuan rumah. Bentuk akomodasi komunikasi yang dilakukan meliputi konvergensi komunikasi dimana mahasiswa etnis Manggarai menirukan perilaku komunikasi mahasiswa tuan rumah Kota Kupang guna memuluskan terjadinya integrasi sosial di antara mereka. Konvergensi komunikasi juga dilakukan dalam bentuk "menanggalkan" sementara jati diri dan identitas asli saat berinteraksi dengan mahasiswa tuan rumah. Hasil penelitian lainnya, mahasiswa etnis Manggarai mengonstruksi pemaknaan atas status mahasiswa perantau sebagai pejuang ilmu dan pembawa perubahan dalam masyarakat dan keluarga di kampung halaman. ABSTRACT Understanding and multicultural insight has not get much serious attention in college. In fact, when new university students entered college they have not been given a short course on multicultural knowledge. Therefore, various researches both in Indonesia and abroad revealed that students outside their home town and foreigners experience various obstacles of cultural adaptation. Thus, the choice of accommodation communication becomes one of the solutions to overcome intercultural communication gaps. One group of students at Nusa Cendana University who consistently consider communication accommodation action is the Manggarai students. Therefore, this research was conducted to analyze the communication accomodation experience of Manggarai students with the host students at the University of Nusa Cendana, and to map the meaning of Manggarai students as nomad students in Kupang City. Symbolic interaction theory was used in order to explain the results of the research. This qualitative research used the phenomenological method with using in-depth interviews and observations data collection techniques. Furthermore, the data were analyzed by using a six-step technique of Cresswell. The results revealed that the Manggarai students took communication accommodation to overcome the social resistance of the host student. It included communication convergence in which Manggarai ethnic students adjusted the communication behaviors of host students in order to facilitate social integration among them. Communication convergence is also found by "stripping away" their original identity during the interaction. In addition, the existence of Manggarai students as nomad was interpreted as knowledge fighter and agent of change for their community and family.
doi:10.24198/jmk.v4i1.23519 fatcat:n25q3onwijh7jd6xfvyrwlrkhe