SUMBER DAYA RAJUNGAN (Portunus pelagicus) DI PERAIRAN TANGERANG

Prihatiningsih Prihatiningsih, Karsono Wagiyo
2017 Bawal: Widya Riset Perikanan Tangkap  
Dalam skala internasional, rajungan merupakan salah satu komoditas ekspor terbesar setelah ikan tuna dan udang, namun di Indonesia upaya eksploitasi usaha penangkapan rajungan secara komersial belum terlalu berkembang. Telah dilakukan penelitian mengenai sumber daya rajungan di perairan Tangerang pada bulan Maret-Oktober 2008. Penelitian ini menunjukkan bahwa hasil tangkapan bubu lipat rajungan di perairan Tangerang berkisar antara 0,8-11,0 kg/kapal/trip/hari dengan rata-rata 4,19
more » ... 4,19 kg/kapal/trip/hari, sedangkan jaring kejer / jaring insang monofilamen berkisar antara 0,05-85 kg/kapal/trip/hari dengan rata-rata 4,14 kg/kapal/trip/hari. Musim penangkapan terjadi pada bulan Juli, dan produksi perikanan rajungan tahun 2001-2004 relatif stabil, namun tahun 2005mengalami penurunan. Nisbah kelamin rajungan jantan terhadap betina pada bulan Maret, April, Juli, dan Agustus individu jantan lebih dominan, sedangkan bulan Mei dan Juni individu betina yang lebih dominan. Panjang rajungan jantan berkisar antara 4,7-14,1 cm, sedangkan rajungan betina berkisar antara 5,1-13,6 cm dengan rata-rata 12,5 cm. Bulan April-Agustus 2008, modus ukuran panjang rajungan jantan dan betina tidak mengalami perubahan yaitu berkisar antara 8,1-9,5 cm, hanya bulan Maret yang sebaran ukuran panjangnya bergeser ke sebelah kanan yaitu pada ukuran 9,6-11,0 cm.Ukuran bobot rajungan jantan berkisar antara 8,7-125 g dengan rata-rata 44,42 g, sedangkan rajungan betina berkisar antara 28-115 g dengan rata-rata 51,76 g. Berdasarkan pada hubungan panjang bobot rajungan jantan dan betina, pola pertumbuhannya bersifat allometrik negatif.
doi:10.15578/bawal.2.6.2009.273-282 fatcat:liie7a2g5faz7a7mcsh7ltrtlm