PUNCAK-PUNCAK CAPAIAN SUFISTIK DALAM PERSPEKTIF METODOLOGIS

Tasmin Tangngareng
2017 Aqidah-ta Jurnal Ilmu Aqidah  
Abstrak Tulisan ini mengkaji tentang puncak-puncak sufistik dalam perspektif metodologis. Ajaran tasawuf pada hakekatnya adalah ekspresi keagamaan, ia merupakan komitmen moral dan iman dari orang-orang yang beragama secara saleh. Hal ini disebabkan, tasawuf dan ajarannya berfungsi untuk mewadahi dan menstabilkan komitmen moral orang yang beriman sehingga tasawuf memberikan tempat bagi kehidupan rohaniyah. Dengan rohani yang suci dan bersih, sang sufi memungkinkan dirinya untuk sampai pada
more » ... k sampai pada puncak-puncak capaian sufistik, yakni mengadakan komunikasi, bahkan "menyatu" (ittihad) dengan Tuhannya. Dalam menggapai puncak-puncak capaian sufistik itu, memerlukan proses perjalanan yang sangat panjang dan melelahkan, karena harus melalui berbagai maqam dan hal.. Maqam adalah suatu tahap pencapaian ruhaniah dalam mendekat kepada Tuhan, yang merupakan hasil upaya bagi seorang sufi; sedangkan hal adalah suasana batiniah, yang senantiasa mengitari perasaan calon sufi dalam setiap maqam yang selalu bergerak naik setahap demi setahap sampai ke tingkat puncak perjalanannya yakni puncak capaian sufistik. Metode perjalanan kepuncak capaian sufistik memiliki tingkat yang beragam, yakni mahabbah, ma"rifah, ittihad, hulul dan wahdat al-wujud. Untuk sampai pada tingkat-tingkat tersebut berbagai metodologis yang dilakukan para sufi. Dalam hal ini, metode yang dilakukan untuk sampai pada tingkat mahabbah dan ma"rifah adalah qalbruhsirr. Sedangkan metode yang dilakukan untuk sampai pada tingkat itihad, hulul dan wahdat alwujud adalah al-fana dan al-baqa.
doi:10.24252/aqidahta.v3i1.3410 fatcat:zjxis4q6fncifcptwtgv3cclee