Perkuliahan daring mata kuliah Ilmu Pendidikan Islam pada masa darurat Covid-19

Muhammad Taufiqurrahman
2020 Ta dibuna Jurnal Pendidikan Islam  
This research aims to see student perception of online lectures since hit by a new disease known as Covid-19 using mix method. This study employed a qualitative approach to seeing student perceptions of online application use in online lectures while a quantitative approach to seeing student understanding of the online lecture material. Data is gathered through the distribution of poll, questionnaire, and summative tests. The results concluded that students prefer to use WhatsApp Group as an
more » ... ine application in an online lecture based on 4 categories of assessment, namely, display, ease of access, quota usage, and file size. Then, in the summative test, 31% of student test results are in the very high and high category, in the category of a percentage of 42.8% student test results. Last, in the low and very low category, the percentage of student test results was 25.8%. To sum up, this online lecture can be continued and combined with face to face lectures with more effective planning in line with Covid-19 emergencies. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk melihat persepsi mahasiswa terhadap perkuliahan daring (online) selama masa darurat covid-19 dengan menggunakan mix method. Pendekatan kualitatif untuk melihat persepsi mahasiswa terhadap penggunaan aplikasi daring dalam perkuliahan daring sedangkan pendekatan kuantitatif untuk melihat pemahaman mahasiswa terhadap materi perkuliahan daring. Data dikumpulkan melalui penyebaran angket, kuesioner dan tes sumatif. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa mahasiswa lebih menyukai WhatsApp Group sebagai aplikasi daring dalam perkuliahan daring berdasarkan 4 kategori penilaian yakni, tampilan, kemudahan akses, penggunaan kuota dan besaran file. Kemudian pada tes sumatif, sejumlah 31% hasil tes mahasiswa berada pada kategori sangat tinggi dan tinggi, pada kategori sedang persentase hasil tes mahasiswa sebesar 42.8%. Terakhir pada kategori rendah dan sangat rendah, persentase hasil tes mahasiswa sejumlah 25,8%. Perkuliahan daring ini dapat dilanjutkan dan dikombinasikan dengan perkuliahan tatap muka dengan perencanaan yang lebih efektif sejalan dengan masa darurat covid-19.
doi:10.32832/tadibuna.v9i2.3151 fatcat:6zrbg2iwcrfrrhwptyvw7vw7eu