NASIONALISME DALAM CERPEN "MARDIJKER" KARYA DAMHURI MUHAMMAD: KAJIAN POSKOLONIALISME

Emma Rahmawati Fatimah
2014 Jurnal Poetika  
Abstrak Tulisan ini berusaha melihat bagaimana nasionalisme yang terdapat dalam sebuah cerpen berjudul "Mardijker" karya Damhuri Muhammad dengan perspektif poskolonialisme. Cerpen ini berlatar belakang sejarah kolonial mengenai keberadaan kaum Belanda Depok yang merupakan keturunan budak yang dibebaskan oleh tuan tanah Belanda di daerah Depok, Cornelis Chastelein. Perspektif poskolonial yang digunakan untuk menganalisis cerpen ini berusaha mengidentifikasi apakah nasionalisme yang tercermin
more » ... yang tercermin dalam perilaku tokoh-tokoh cerpen ini merupakan nasionalisme sentrifugal ataukah nasionalisme sentripetal. Analisis cerpen ini dilakukan dalam tataran kontekstual yang merupakan kehendak untuk membangun sebuah dunia yang di dalamnya Timur dapat mengaktualisasikan dirinya secara bebas, lepas dari tekanan dominasi Barat. Hasil yang didapatkan adalah nasionalisme yang ditemukan dalam cerpen "Mardijker" ini merupakan nasionalisme sentripetal yang menarik ke masa lalu dan menganggap dunia itu sudah ada sebelumnya dan dapat ditemukan kembali. Kata kunci: nasionalisme, poskolonialisme, nasionalisme sentripetal. Abstract This writing tries to see nationalism reflected from a short story entitled "Mardijker" by Damhuri Muhammad using postcolonial perspective. This short story also contain historical background about Belanda Depok, a group of slaves who work for Dutch landlord in Depok, Cornelis Chastelein, which later he released all the slaves. Postcolonial perspective is used to identify nationalism reflected from the character of the story, whether it is a centrifugal or a centripetal nationalism. The analysis is done in contextual level of nationalism, which is considered as a will to establish a world which in that world, East can actualize their self in a free way, without any pressure from West. The nationalism that present in the short story is a centripetal nationalism which pulled back the memories to the past and considered that the world had been exist before and can be found again.
doi:10.22146/poetika.v2i2.10442 fatcat:u7i2kucvffhkbn5jqicom2k2we