Peran Orang Tua Terhadapa Perkembangan Pribadi Remaja Atas Pemanfaatan Internet di Kalangan Remaja di SMU Advent Makassar

Vita Olivia Maruanaya, Ivan Th.J Weismann
2010 Jurnal Jaffray  
Kata kunci: Peran orang tua, kualitas pribadi, internet PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Menurut pandangan Judith Allen Shelly, "secara arti luasnya, orang tua adalah wakil Allah bagi setiap anak." 1 Jadi walaupun anak adalah merupakan individu baru yang hidup di dunia. Tetapi mereka tetap membutuhkan, malah masih sangat bergantung kepada orang tua. Makanya orang tua yang bertanggung jawab untuk memberikan pengajaran tentang kepercayaan sebagai pembangunan iman kepercayaan kepada Allah. Pada
more » ... kepada Allah. Pada Matius 18 : 5-6, Barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam namaKu, ia menyambut Aku. Tetapi barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil ini yang percaya kepada-Ku, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan dikaitkan pada lehernya lalu ia ditenggelamkan ke dalam laut." 2 Disini sangat jelas kembali lagi orang-orang dewasa khususnya orang tua memiliki tanggung jawab yang sangat besar untuk memelihara serta memperhatikan pertumbuhan anak-anak Allah, dan jangan sampai membuat mereka tersesat karena ajaran atau kelakuan orang tua yang salah. Sehingga pemahaman mereka tentang Allah menjadi salah. Selain pengajaran tentang kepercayaan yang dapat menjadi iman percaya mereka, dibutuhkan juga nilai-nilai moral karena "nilai-nilai moral ini adalah merupakan warisan dari leluhur yang merupakan perkembangan dari pengalaman-pengalaman hidup." 3 Jadi kembali lagi sudah merupakan tanggung jawab orang tua sejak dini untuk memberikan pengajaran tentang nilai-nilai moral kepada anak. Dengan nilai-nilai moral yang diajarkan, kelak anak-anak yang sudah mengenal lingkungan dapat dilindungi dari pengaruh teman sebayanya dan godaan zaman yang semakin berkembang. Karena dengan nilai-nilai moral yang sudah diajarkan kepada mereka, mereka dapat mengambil keputusan sendiri. Sesuai dengan pandangan Linda dan Richard Eyre bahwa "jika anak-anak berangkat dari kondisi tanpa nilai, tanpa seseorang pun yang mengajari, tanpa sesuatu yang dapat dipelajari
doi:10.25278/jj.v8i1.041.51-62 fatcat:anlb7el35bfj3gxgx3hif5yqjm