Bimbingan orang tua dalam mengembangkan kepribadian anak

Jamaluddin Jamaluddin, Acep Komarudin, Asep Andi Rahman
2019 Atthulab Islamic Religion Teaching and Learning Journal  
The family as the first and foremost educational institution, its existence determines the child's future. With no serious attention and full affection from both parents especially, then of course in turn it will be difficult to grow and develop mental and mental health of children who are healthy and normal, which ultimately affects the child's personality itself. The emergence of problems of deviant behavior in children and adolescents is a picture of the effects of the failure of parental
more » ... lure of parental guidance at home. One form of concern the Putrajawa government for this matter in collaboration with PKM UIN Sunan Gunung Djati Bandung team will provide a training in parental guidance in developing children's personality. The method of activities in the training in the form of seminars and discussions and seminar simulations are given to participants in order to provide knowledge and understanding on how to guide appropriate child development. The material will be presented as many as six materials ranging from concepts to implementation. The results of this training can be declared successful. This can be seen from: (1) the attendance of participants in accordance with the target of 92% (2) the results of the training were declared very good. (3) Participants are very enthusiastic about participating in the training which is seen from the seriousness in participating in the training. Abstrak: Keluarga sebagai lembaga pendidikan yang pertama dan utama, keberadaannya menentukan masa depan anak. Dengan tanpa perhatian yang serius dan kasih sayang yang penuh dari kedua orang tua terutama, maka sudah barang tentu pada gilirannya akan sulit terjadi pertumbuhan dan perkembangan jiwa dan mental anak yang sehat dan normal, yang akhirnya sangat berpengaruh terhadap kepribadian anak itu sendiri. Munculnya permasalahan perilaku menyimpang pada anak dan remaja merupakan gambaran dari efek gagalnya bimbingan orang tua di rumah. Salah satu bentuk kepedulian pemerintah Putrajawa terhadap hal tersebut bekerja sama dengan tim PKM UIN Sunan Gunung Djati Bandung akan memberikan sebuah pelatihan bimbingan orang tua dalam mengembangkan kepribadian anak. Metode kegiatan dalam pelatihan berupa seminar dan diskusi serta simulasi seminar diberikan kepada peserta dalam rangka memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang bagaimana membimbing perkembangan anak yang tepat. Materi yang akan disajikan sebanyak enam materi mulai dari konsep sampai implementasi. Hasil pelatihan ini dapat dinyatakan berhasil. Hal ini dapat dilihat dari: (1) kehadiran peserta sesuai dengan target yaitu 92% (2) hasil pelatihan dinyatakan sangat baik. (3) Peserta sangat antusias mengikuti pelatihan yang dilihat dari keseriusan mengikuti pelatihan. Kata Kunci: bimbingan orang tua; kepribadian; anak DOI: http://dx. PENDAHULUAN Orang tua dalam bahasa pendidikan dikenal dengan keluarga. Keluarga merupakan suatu lembaga pendidikan yang pertama dan utama, yang eksistensinya sangat menentukan akan masa depan kehidupan anak. Keluarga merupakan suatu wadah dan tempat persemaian tumbuh dan berkembangnya anak-anak (keluarga) secara keseluruhan. Oleh karena itu, suatu kehidupan keluarga inti yang terdiri dari seorang ayah bersama istrinya merupakan pusat paling awal dan sangat menentukan dalam proses pembinaan, pendidikan dan pembentukan kepribadian anak sejak dini. Di sinilah anak pertama kalinya memperoleh pengalaman dan sentuhan pendidikan, baik secara fisik maupun secara moral spiritual, yang pada gilirannya pengalaman-pengalaman itu akan sangat mewarnai corak kehidupan kepribadiannya di masa-masa selanjutnya. Karena segala sesuatu yang pernah dialami oleh anak semasa kecil (dalam kandungan) itu akan tertanam di dalam jiwanya (rohaninya) sedemikian kuat. Sebagaimana salah seorang tokoh di bidang pendidikan dan ilmu psikologi perkembangan di masa Romawi kuno, bernama Quintilianus dikatakan bahwa 'kesankesan yang diperoleh anak ketika masih kecil akan tertanam secara mendalam dan menjadi milik abadi di dalam jiwanya (Imam Bawani, 1990:52). Beberapa penelitian yang dikemukakan oleh beberapa ahli, seperti yang dikemukakan dalam majalah rumah tangga dan kesehatan bahwa "orang tua berperan dalam menentukan hari depan anaknya. Secara fisik supaya anak-anaknya bertumbuh sehat dan berpostur tubuh yang lebih baik, maka anak-anak harus diberi makanan yang bergizi dan seimbang. Secara mental anak-anak bertumbuh cerdas dan cemerlang, maka selain kelengkapan gizi perlu juga diberi motivasi belajar disertai sarana dan prasarana yang memadai. Sedangkan secara sosial agar anak-anak dapat mengembangkan jiwa sosial dan budi pekerti yang baik mereka harus diberi peluang untuk bergaul mengaktualisasikan diri, memupuk kepercayaan diri seluas-luasnya. Bila belum juga terpenuhi biasanya karena soal teknis seperti hambatan ekonomi atau kondisi sosial orang tua." (Sabri Alisuf, 1995:24). Dengan demikian keluarga berarti mempunyai peranan yang tidak kecil dalam membentuk jiwa dan kepribadian seorang anak, karena baik buruknya pribadi dan jiwa anak sangat tergantung dari keluarga atau kedua orang tuanya. Kalau keluarga selalu menanamkan nilai-nilai yang baik ke dalam jiwa anak, tentu anak cepat atau lambat akan pasti memiliki pribadi dan jiwa yang baik pula, sebaliknya kalau keluarga tidak menanamkan nilai-nilai yang baik, maka sudah tentu pribadi dan jiwa anak akan menjadi tidak baik pula (Imam Bawani, 1990:52). Keluarga merupakan salah satu bagian yang sangat penting bagi kelangsungan kehidupan anak dan merupakan lingkungan atau rumah yang pertama sekali dikenal oleh anak. Keluargalah (kedua orang tua) yang bertanggung jawab memenuhi segala tuntutan dan kebutuhan anak, baik kebutuhan biologis maupun kebutuhan psikologis. Suasana aman, tenteram, bahagia dan damai serta keserasian hubungan harmonis antara ayah dan ibu hendaknya senantiasa terpancar di lingkungan ini, karena dengan suasana demikianlah anak-anak akan dapat memperoleh rasa kasih sayang dan sentuhan perhatian yang diharapkannya (Mustafa Fahmi, 1977:72). Lingkungan keluarga sangat mempengaruhi bagi pengembangan kepribadian anak dalam hal ini orang tua harus berusaha untuk menciptakan lingkungan keluarga yang sesuai dengan keadaan anak. Dalam lingkungan keluarga harus diciptakan suasana yang serasi, seimbang, dan selaras, orang tua harus bersikap demokrasi baik dalam memberikan larangan, dan berupaya merangsang anak menjadi percaya diri.
doi:10.15575/ath.v4i2.5575 fatcat:ufonv6zmzbhyjgzjn4nhvrxv7m