STATUS PERKAWINAN MENINGKATKAN KUALITAS HIDUP LANSIA DI PSTW SINTA RANGKANG TANGKILING KALIMANTAN TENGAH

Agnes Dewi Astuti
2019 Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama  
Proses penuaan adalah hal yang alamiah dialami oleh semua manusia yaitu dengan adanya kehilangan kemampuan jaringan organ tubuh dalam memperbaiki diri dan bersifat irreversible. Lansia merupakan tahapan akhir dari siklus kehidupan dalam proses penuaan dengan perubahan-perubahan pada aspek fisik atau fisiologi, psikologi, dan sosial (Miller, 2004). Faktor tersebut mempengaruhi kualitas hidup lansia karena mempunyai hubungan signifikan terhadap angka kesakitan, kematian dan mempengaruhi usia
more » ... pengaruhi usia harapan hidup lansia serta mempengaruhi kapasitas fungsional, psikologi kesehatan sosial dan kesejahteraan lansia sebagai kondisi fungsional lansia yang seharusnya berada pada kondisi maksimum. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas hidup lansia di PSTW Sinta Rangkang Tangkiling Kalimantan Tengah. Desain menggunakan cross sectional pada 52lansia di PSTW Sinta Rangkang Tangkiling Kalimantan Tengah.Hasil menunjukkan faktor yang sangat berpengaruh pada kualitas hidup pada lansia adalah status perkawinan. Pentingnya komunikasi dan keintiman dalam kehidupan dapat meningkatkan kualitas hidup lansia. Kesimpulannya lansia yang memiliki status perkawinan menikah atau memiliki pasangan memiliki kemungkinan dalam peningkatan kualitas hidup lansia. Faktor paling dominan adalah status perkawinan setelah dikontrol dengan usia, penyakit >2 macam dan tingkat kemandirian.Direkomendasikan pada pihak PSTW untuk memfasilitasi daam meningkatkan kualitas hubungan interaksi antar lansia dalam melakukan aktifitas kehidupannya sehari-hari. Kata kunci: kualitas hidup, lansia, PSTW
doi:10.31596/jcu.v8i1.300 fatcat:wixijelk2jbrvgkp2kkvs2crue