PENGEMBANGAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN JIGSAW BERBASIS KARAKTER UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS MAHASISWA

Setya Ferywidyastuti, Refraksi Optisi, Hakli Semarang
unpublished
The purpose of this research is to develop lesson plan of Optical Physics material using jigsaw technique to increase students' activities. The research used R&D model using True Experimental Design with pretest-posttest control group design. The subject were determined through random sampling techniques, namely Student Semester II as a control class and the Student Semester IV as the experimental class in Optic Refraction Study Program (RO) STIKES HAKLI Semarang year 2014/2015. Data collection
more » ... 15. Data collection techniques using validation sheet, student activity observation sheet and questionnaire sheet. The validity of the results of the validation indicated that the average score of validation RPP 52 (maximum score 60) as a very good category. The effectiveness of the test results are: (1) the test results of students' experimental class achieve mastery with an average of 79.06 with the percentage of students who got score standard 86.11%, (2) the development of lesson plan can enhance the activity of students with criteria score 3.4 that was including very active and the impact of activity-based character education students in the learning process of the students' learning outcomes about 43.68%. Practicality can be seen with the results of student responses 90.3% who pleased in follow learning process. Keywords : lesson plan development, jigsaw, character 1 PENDAHULUAN Transformasi karakter masyarakat tradisional ke masyarakat modern membawa dampak yang memprihatinkan. Transformasi nilai ini sering mempengaruhi pola dan fungsi jalinan keluarga masyarakat Indonesia. Seiring dengan kasus yang muncul pada masyarakat terjadi pula pada mahasiswa seperti penggunaan narkotika dan obat-obat terlarang, tawuran pelajar, pornografi, membolos pada jam-jam pelajaran, yang menunjukkan adanya degradasi moral anak bangsa ini. Masalah-masalah moral tersebut merupakan penyakit masyarakat yang sangat memprihatinkan karena kasus-kasus tersebut tidak hanya dilakukan oleh orang dewasa tetapi telah merambah pada kaum remaja bahkan anak-anak, kejadian tersebut tidak hanya di perkotaan saja tetapi juga terjadi di pelosok desa. Derasnya arus informasi, tayangan televisi yang menggelar pornografi dan pornoaksi setiap hari dapat melunturkan nilai-nilai yang terdapat dalam masyarakat. Alternatif yang diharapkan dapat mengatasi atau paling tidak mengurangi masalah-masalah moral tersebut adalah melalui pendidikan karakter. Pendidikan karakter dianggap sebagai alternatif yang bersifat preventif karena pendidikan karakter membangun generasi baru menuju bangsa yang lebih baik. Pendidikan karakter diharapkan dapat mengembangkan kualitas generasi muda bangsa dalam berbagai aspek sebagai upaya penanaman karakter pada diri mahasiswa. Pendidikan karakter adalah suatu usaha dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan untuk dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Pembelajaran merupakan bentuk kegiatan yang mengandung hubungan interaksi dalam proses belajar-mengajar antara Dosen pengajar dengan mahasiswa serta antara mahasiswa dengan mahasiswa lainnya. Dosen pengajar dalam proses pembelajaran tidak dapat berdiri sendiri tanpa adanya mahasiswa. Peran dosen pengajar sebagai fasilitator yaitu menyediakan kegiatan pembelajaran yang berkualitas dan dapat menciptakan suasana pembelajaran
fatcat:tho4i64k7fdcxmwivapj73ttb4