KANDUNGAN LOGAM BERAT Pb UNDUR-UNDUR LAUT DAN IMPLIKASINYA PADA KESEHATAN MANUSIA

Cyrum Barnike Beru Ketaren, Agus Alim Hakim, Achmad Fahrudin, Yusli Wardiyatno
2019 JURNAL BIOLOGI TROPIS  
Abstract: The mole crab (Hippidae) is a filter feeder organism from crustacean that inhabits in sandy coastal areas. Due to its nature, this organism is able to accumulate heavy metals in a large amount. The concentration of heavy metals in this organism will increase in line with the polluting condition of its habitat. Heavy metals which exceed the standard in the organism body will be implicated to the human health who consumes the organism. The sandy crabs are found in large amount in Widara
more » ... ge amount in Widara Payung coastline, Cilacap Regency. They are captured by the locals for meals. The heavy metal content such as Lead in the organism body never been investigated in this area previously. This research aimed to estimate the health risk of people who consume the sandy crabs in the area of Widara Payung, Cilacap Regency. This research was conducted on April to May 2018 and a location of sampling was determined purposively. Samples consisted of three types namely sandy crab body, sediment, and seawater. Each sample was preserved in an ice box and then transported to Aquatic Productivity and Environment Laboratory in Bogor Agricultural Univeristy for heavy metal analyzing. Results of this research exhibited that the average of Lead content in the water, sediment, and body of the sandy crab were 0.007 mg/l, 43.43 mg/kg, 0,97 mg/kg, respectively. The Lead content in the crab body the standard issued by the government of Indonesia through the BPOM, namely 0.20 mg/kg. Regular monitoring of Pb concentration in the mole crab and its habitat is suggested. Keywords: consumption, Emerita emeritus, Hippidae, intertidal, pollution Abstrak: Undur-undur laut (Hippopidae) adalah crustacea filter feeder yang hidup di daerah pantai intertidal berpasir. Karena sifatnya, organisme ini mampu mengakumulasi logam berat dalam jumlah besar. Konsentrasi logam berat dalam organisme ini akan meningkat sejalan dengan kondisi polusi habitatnya. Logam berat yang melebihi standar dalam tubuh organisme akan berimplikasi pada kesehatan manusia yang mengkonsumsi organisme tersebut. Undur-undur laut dapat ditemukan dalam jumlah besar di pesisir Widara Payung, Kabupaten Cilacap. Mereka ditangkap oleh penduduk setempat untuk dikonsumsi. Kandungan logam berat seperti Pb dalam tubuh undur-undur laut belum pernah diteliti di daerah ini sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi timbal (Pb) pada undur-undur laut dan implikasinya terhadap kesehatan manusia bila mengkonsumsinya di daerah Widara Payung, Kabupaten Cilacap. Penelitian dilakukan pada bulan April sampai Mei 2018 dan lokasi pengambilan sampel ditentukan secara purposif. Sampel terdiri dari tiga jenis yaitu undur-undur laut, sedimen, dan air laut. Setiap sampel yang diambil disimpan dalam kotak pendingin dan kemudian dibawa ke Laboratorium Produktivitas dan Lingkungan Perairan di Institut Pertanian Bogor untuk analisis logam berat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata kandungan Pb dalam air, sedimen, dan undur-undur laut masing-masing adalah 0,007 mg/l, 43,43 mg /kg, 0,97 mg/kg. Kandungan timbal dalam undur-undur laut telah melampaui standar yang telah dikeluarkan oleh pemerintah Indonesia melalui BPOM yaitu 0,20 mg/kg. Dengan nilai tersebut, konsumsi undur-undur laut memiliki resiko kesehatan pada manusia. Monitoring kandungan logam di lingkungan habitat dan pada undur-undur laut menjadi prioritas. Kata kunci: Emerita emeritus, Hippidae, intertidal, konsumsi, pencemaran
doi:10.29303/jbt.v19i1.1066 fatcat:3n6jpiw3ffgw5kvelg5lhrl75m