Solusi Intervensi Kemanusiaan Sebagai Penyelesaian Konflik Yang Terjadi Pasca Kudeta Presiden Mursi Di Mesir

Dodik Setiawan Nur Heriyanto
2013 Unisia  
Mohamed Morsi was became Egypt's first democratically elected president based on Presidential election held in 2012. However, he has been ousted from Presidential office just over one year into his presidency. President Morsi and Muslim Brotherhood leaders were arrested. Egypt's Minister of Defense was appointed Adly Mansour as interim president until an election could take place based on the announcement of Egypt's Minister of Defense. This announcement caused several days of bloodshed, since
more » ... f bloodshed, since around 600 people were killed in clashes as police broke up protest camps of Morsi supporters. This condition raised international protest and urged immediate humanitarian intervention to end turmoil and save most Egyptians. This paper will analyzed whether or not the need of humanitarian intervention give an effective solution for Egypt's crises. PENDAHULUAN Muhamad Mursi merupakan seorang politisi Mesir yang terpilih sebagai Presiden kelima Mesir pada Juni 2013.2 Mursi tercatat sebagai Presiden Mesir pertama kali yang dipilih secara langsung oleh rakyat Mesir3 meskipun Presiden Mesir sebelumnya (Husni Mubarak) juga dipilih secara demokratis namun dilakukan dengan penuh kecurangan.4 Setelah pemerintahan Mursi berjalan selama satu tahun, banyak terjadi kebijakan yang menimbulkan prates rakyat. kebijakan tersebut dinilai inkonstitusional5, lebih menguntungkan kelompok Ikhwanul Muslimin6, memperburuk kondisi sektor ekonomi Mesir7, dan tidak menjunjung tinggi nilai demokrasi8. 1 Penulis adalah D osen Tetap Fakultas Hukum U niversitas Islam Ind o n esia. 2 Mursi mengalahkan Mantan Jenderal Ahmad Shafiq dengan selisih 3,5 persen pemilih atau sekitar 900.000 pemilih. Islamist Joy as Morsi Morsi Elected Egypt President. Diakses melalui http://www.reuters.com/article/2012/06/24/us-egypt-election-idUSBRE8SG01U20120624 pada tanggal 21 Agustus 2013. 3 Named Egypt's Winner, Islamist Makes History. Diakses melalui http://www.nytimes.com/2012/06/25/world/middleeast/mohamedmorsi-of-muslim-brotherhood-declared-as-egypts-president.html?pagewanted=all pada tanggal 21 Agustus 2013. 4 Banyak kalangan di Mesir menganggap bahwa pemilihan umum yang diselenggarakan dengan banyak kecurangan dan tidak sah. 'Vote Rigging' Mars Egypt Election. Diakses melalui http://www.aljazeera.com/news/middleeast/2010/11/2010112844850659269.html pada tanggal 21 Agustus 2013. 5 Presiden Mursi mengeluarkan Dekrit Presiden pada tanggal 22 November 2012 dengan substansi mengganti Jaksa Agung yang lama dengan yang baru dan membuat kebijakan baru: Jaksa Agung dipilih oleh Presiden selama periode jabatan empat tahun. Dekrit ini dinilai justru akan menjadikan Mursi kebal terhadap hukum. Timeline of Morsi and Judiciary: One Year in Power. Diakses melalui http://www. dailynewsegypt.com/2013/06/29/timeline-of-morsi-and-the-judiciary-one-year-in-power/ pada tanggal 21 Agustus 2013. 6 Selama kepemimpinan Mursi, Ikhwanul Muslimin menguasai 10 (sepuluh) dari total 35 (tigapuluh lima) kursi pemerintahan. Pihak oposisi Mesir menilai Mursi sangat berambisi untuk memperkuat kedudukan Ikhwanul Muslimin pada pos-pos pemerintahan daripada menekankan prinsip pemerintahan yang baik dan adil. Mohammed Morsi reshuffles Egypt's Cabinet, 3 posts go to Muslim Brotherhood. Diakses pada http://www.mcclatchydc.eom/2013/05/07/190613/mohammed-morsi-reshuffles-egypts.html#.UhTUiZWBL0E pada tanggal 21 Agustus 2013. 7 Banyak kalangan menilai periode satu tahun pemerintahan Mursi membawa dampak buruk bagi ekonomi Mesir. Masyarakat Mesir merasakan harga kebutuhan pokok meningkat dan bahkan krisis bahan bakar. Hazem El-Beblawy: Morsi's overall economic performance was weak. Diakses melalui http://www.dailynewsegypt.com/2013/06/29/hazem-el-beblawy-morsis-overall-economic-performance-was-weak/ pada tanggal 21 Agustus 2013. 8 Salah satu contoh pelanggaran nilai demokrasi rezim Mursi: Pengekangan terhadap pergerakan jumalis dan media di Mesir selama pemerintahan Mursi melanggar kebebasan pers. One Year Into Mohamed Morsi's Term Manifold Abuses And The Systematic Undermining of The Rule of Law. Diakses melalui http://www.cihrs.org/?p=6849〈=en pada tanggal 21 Agustus 2013.
doi:10.20885/unisia.vol35.iss78.art7 fatcat:fmbmrsyezvegbczbstmdsvukpy