THE SELECTIVITY OF SOCIAL MEDIA IN IMPROVING OF THE FIGOUR ELECTABILITY

Aryo Prakoso Wibowo
2018 ETTISAL Journal of Communication  
Abstrak Gegar budaya hampir selalu menampilkan kedigdayaan penguasaan informasi, dan ditopang kemajuan di bidang teknologi komunikasi. Salah satu catatan penting terletak pada media sosial, meskipun awalnya hanya sebagai alternative solutif atas kegamangan masyarakat pengguna media massa. Problematika sosial ini timbul sejak hadirnya teknologi internet yang dipopulerkan melalui The Millenium of Age 2000. Megatrend ini pula yang mendorong terbentuknya masyarakat maya (cyber community), khususnya
more » ... mmunity), khususnya dalam memberikan kontribusi positif terhadap penyebaran informasi. Gerakannya yang masih telah dapat mengendalikan kehidupan sosial politik, dengan tendensinya pada pencitraan figur-figur yang ditampilkan. Inilah yang menjadikan urgensi penelitian dengan memfokuskan pada upaya mengungkap secara wajar kontribusi media sosial secara selektif dalam rangka meningkatkan elektabilitas figur politik. Penelitian ini sekaligus menganalisis data, khususnya pada pelaku-pelaku media sosial yang relatif tersembunyi, dan pada akhirnya dapat menetapkan 9 (Sembilan) informan secara purposif. Hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut; (1) pemanfaatan media sosial lebih mengedepankan prinsip keseimbangan dalam mengagendakan kepentingan, mengingat terdapat filter literasi yang menjadikan audiens sangat selektif terhadap informasi, (2) etika bermedia konteks politik bukan berakar pada pelaku media, namun justru terletak pada karakter audiens yang sangat aktif, dan (3) intensitas komunikasi berbasis cybernetics dapat efektif apabila membuka ruang dialog yang bersifat konsultatif. Abstract Concussions almost always display the power of information mastery, and sustained advances in the field of communications technology. One of the important notes lies in social media, although initially only as an alternative solution to the crowds of mass media users. This social problem arises from the presence of internet technology popularized through the millennium of age 2000. This Megatrend also encourages the formation of cyber community (cyber community), especially in making a positive contribution to the dissemination of information. Its massive movement has been able to control socio-political life, with his tendency to imaging the figures shown. This is the urgency of research, focusing on the fair expression, the selective contribution of social media in order to improve the electability of political figures. This study uses a qualitativeinteractive approach, in order to obtain the flexibility to dig as well as analyze the data, especially on the social media players are relatively hidden, and in the end can set as many as 9 informants purposively. The results of this study can be summarized as follows: (1) social media utilization more emphasizes the principle of balance in agenda of interest, considering there is filter of literacy make the audience very selective to information; (2) ethics in the media-based political context Available at: a https://ejournal.unida.gontor.ac.id/index.php/ettisal http://dx.doi.org/10.21111/ettisal.v3l1.2730 Aryo Prakoso Wibowo 154 ETTISAL Journal of Communication is not rooted in the media actors, but rather lies in the character of a very active audience; and (3) the intensity of cybernetics-based communication can be effective, if it opens a consultative dialogue space.
doi:10.21111/ettisal.v3i2.2730 fatcat:gqsgdj33kne7bnq73v4apuacl4