PENGARUH KERAPATAN BULU DAUN DAN KELENJAR GOSIPOL TERHADAP INFESTASI HAMA PENGISAP DAUN Amrasca biguttula ISHIDA DAN PENGGEREK BUAH Helicoverpa armigera HUBNER PADA KAPAS

IGAA. INDRAYANI, SIWI SUMARTINI
2020 Jurnal Penelitian Tanaman Industri  
<p>ABSTRAK<br />Sebagai hama utama tanaman kapas (Gossypium hirsutum L.),<br />pengisap daun Amrasca biguttula Ishida dan penggerek buah, Helicoverpa<br />armigera Hubner merupakan faktor pembatas produktivitas. Kedua hama<br />ini dapat dikendalikan secara efektif dan efisien jika menggunakan varietas<br />tahan yang sumber ketahanannya berasal dari karakteristik morfologi<br />(antixenosis), terutama kerapatan bulu daun, dan antibiosis (kelenjar<br />gosipol). Bulu daun berperan sebagai
more » ... peran sebagai penghalang serangan hama pengisap,<br />A. biguttula, sedangkan gosipol bersifat racun terhadap hama H. armigera.<br />Penelitian ini dilakukan di Kebun Percobaan Asembagus dan<br />Laboratorium Patologi Serangga, Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan<br />Serat, Malang mulai Maret sampai Juli 2011. Tujuan penelitian adalah<br />untuk mengetahui pengaruh kerapatan bulu daun dan kelenjar gosipol 15<br />aksesi kapas terhadap infestasi hama A. biguttula dan H. armigera.<br />Sebanyak 15 aksesi kapas, yaitu (1) HSCY 52, (2) DPL 55, (3) Deltapine<br />(DP) 340, (4) PTY 800, (5) Chinese x 229, (6) GLK 320 x 359 x 339 x<br />448/8, (7) GLK 135 x 182 x 351 x 268/9, (8) GLK 351 x 268/4, (9) GLK<br />135 x 182/8, (10) GLK 135 x 182/10, (11) Kanesia 15, (12) CEA N 886<br />(hirsute), (13) Stoneville 825 (blackseed), (14) DPL 55 B, dan (15) HSC 5<br />digunakan sebagai perlakuan ditanam dalam petak berukuran 10 x 3 m<br />dengan jarak tanam 100 x 25 cm dengan satu tanaman per lubang. Setiap<br />perlakuan (aksesi) disusun dalam rancangan acak lengkap (RAL) dengan<br />empat kali ulangan. Parameter yang diamati adalah kerapatan bulu daun<br />dan populasi nimfa A. biguttula pada 3 daun tanaman sampel berbeda,<br />kerapatan kelenjar gosipol diamati pada batang, daun dan buah kapas, dan<br />populasi larva H. armigera diamati dari 5 kanopi tanaman sampel di<br />lapangan. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan sidik ragam.<br />Hasil penelitian menunjukkan bahwa aksesi kapas yang memiliki<br />kerapatan bulu daun tinggi (200-268 helai/cm 2 ) dengan populasi nimfa A.<br />biguttula rendah (kurang dari 2 ekor/tanaman) adalah GLK 320 x 359 x<br />339 x 448/8, GLK 135 x 182 x 351 x 268/9, GLK 351 x 268/4, GLK 135 x<br />182/8, GLK 135 x 182/10, Kanesia 15, CEA N 886 (hirsute), dan DPL 55<br />B. Korelasi negatif yang kuat antara kerapatan bulu daun dan populasi<br />nimfa A. biguttula (r = -0,711; y = -0,012x + 3,836) menyebabkan<br />penurunan jumlah nimfa/tanaman pada aksesi dengan kerapatan bulu daun<br />yang tinggi. Keberadaan kelenjar gosipol, khususnya pada buah, efektif<br />mengurangi infestasi larva H. armigera, karena berkorelasi negatif (r =<br />-0,579; y = -3,796x + 51,886). Populasi larva H. armigera pada aksesi<br />HSCY 52, DP 340, PTY 800, Kanesia 15, dan CEA N 886 lebih rendah<br />dan kerapatan kelenjar gosipol pada buah rata-rata lebih tinggi (43-57<br />kelenjar/cm 2 ) dibanding aksesi lainnya (34-44 kelenjar/cm 2 ). Terdapat dua<br />aksesi kapas yang menunjukkan tahan terhadap A. biguttula maupun H.<br />armigera, yaitu: Kanesia 15 dan CEA N 886 (hirsute) sehingga keduanya<br />berpotensi sebagai materi genetik pembawa sifat tahan terhadap A.<br />biguttula dan H. armigera.<br />Kata kunci: aksesi, Amrasca biguttula, kelenjar gosipol, Gossypium<br />hirsutum, Helicoverpa armigera</p><p>ABSTRACT<br />As major insect pests, A. biguttula and H. armigera have been<br />limiting factors of cotton productivity. These insect pests could be<br />effectively controlled by using resistant varieties based on plant<br />morphological characters (antixenosis), especially leaf hair density, and<br />antibiosis resistance mechanism. Leaf hair density prevented the nymph of<br />A. biguttula to suck the leaf sap freely while gossypol gland toxics to H.<br />armigera larvae. This study was conducted at Asembagus Experimental<br />Garden and Insect Pathology Laboratory of Indonesian Sweeteners and<br />Fiber Crops Research Institute in Malang from March to July 2011. The<br />objective of study was to find out the effect of leaf hairs and gossypol<br />glands density of fifteen cotton accessions to infestation of sucking pest, A.<br />biguttula and bollworm H. armigera. Fifteen cotton accessions: (1) HSCY<br />52, (2) DPL 55, (3) Deltapine (DP) 340, (4) PTY 800, (5) Chinese x 229,<br />(6) GLK 320 x 359 x 339 x 448/8, (7) GLK 135 x 182 x 351 x 268/9, (8)<br />GLK 351 x 268/4, (9) GLK 135 x 182/8, (10) GLK 135 x 182/10, (11)<br />Kanesia 15, (12) CEA N 886 (hirsute), (13) Stoneville 825 (blackseed),<br />(14) DPL 55 B, and (15) HSC 5 were used as treatments and planted in 10<br />x 3 m of plot size with 100 x 25 cm of row spacing with one plant per<br />hole. Each treatment (accession) was arranged in Randomized Complete<br />Design (RCD) with four replications. Parameter observed were leaf hair<br />density and population of A. biguttula nymph on three sample leaves from<br />different plant, gossypol gland density was observed on stem, leaves and<br />boll of sample plant, and population of H. armigera larvae was recorded<br />from plant canopy. Data observed were analized with analysis of variance.<br />Results showed that cotton accessions with lower leaf hair density (200-<br />268 pieces/cm 2 ) and less than 2 nymphs/plant were GLK 320 x 359 x 339<br />x 448/8, GLK 135 x 182 x 351 x 268/9, GLK 351 x 268/4, GLK 135 x<br />182/8, GLK 135 x 182/10, Kanesia 15 and CEA N 886 (hirsute) and DPL<br />55 B. Negative correlation (r = -0,711 and y = -0.012x + 3.836) between<br />leaf hair density and population of A. biguttula nymph reduced the nymph<br />population when leaf hair density increased. Gossypol gland density,<br />mainly on bollwall, effectively reduced the larval population due to<br />negative correlation between the two parameters (r = -0.579 and y = -<br />3.796x + 51.886). Lower population of H. armigera larvae was counted on<br />HSCY 52, DP 340, PTY 800, Kanesia 15, and CEA N 886 (hirsute) due to<br />higher gossypol density (43-57 glands/cm 2 ) compared to other accessions<br />with lower gossypol density (34-44 glands/cm 2 ). Kanesia 15 and CEA N<br />886 (hirsute) were seemed to be the potential genetic materials for<br />developing resistant varieties against A. biguttula and H. armigera.<br />Key words: accession, Amrasca biguttula, gossypol gland, Gossypium<br />hirsutum, Helicoverpa armigera</p>
doi:10.21082/jlittri.v18n3.2012.95-101 fatcat:f3b2gd25szh2pgf6fnbyti5jby