PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS KOMPUTER DENGAN METODE MULTIKOMUNIKASI UNTUK SISWA KELAS IV SDLB-B

Agus Salim
2016 Jurnal Informatika   unpublished
A deaf person is an individual who has a hearing impediment in both permanent and not permanent. In each teaching for deaf children, teaching aids needed to visualize the material presented, making it easier to understand. Mathematic learning models can be appropriate tools in teaching math to deaf children. This learning model is intended for students in 4 th grade of SDLB B. This application presents mathematic material that is explained using animations, pictures, text and videos. By using
more » ... videos. By using this applications, teaching and learning activities become more enjoyable and can shorten the time of teaching. The research shows that deaf person more focused on his learning material comparing with the conventional teaching. This method makes people learn 40% faster than conventional method. ABSTRAK Tuna rungu adalah individu yang memiliki hambatan dalam hal pendengaran baik permanen maupun tidak. Dalam setiap proses mengajar anak tuna rungu, alat peraga sangat dibutuhkan untuk memvisualisasikan materi yang disampaikan, sehingga lebih mudah untuk memahami. Model pembelajaran matematika dapat menjadi alat yang tepat dalam mengajar matematika untuk anak tuna rungu. Model pembelajaran ini ditujukan untuk siswa kelas 4 dari SDLB-B. Aplikasi ini menyajikan materi matematika menggunakan animasi, gambar, teks dan video. Dengan menggunakan ini aplikasi, kegiatan belajar-mengajar menjadi lebih menyenangkan dan dapat mempersingkat waktu mengajar. Penelitian menunjukkan bahwa individu tuna rungu lebih terfokus pada materi pelajarannya dibandingkan dengan cara konvensional. Metode ini membuat orang belajar 40% lebih cepat dibandingkan dengan metode konvensional. Kata kunci : Tuna rungu, Pembelajaran dasar komputer, Model pembelajaran matematika PENDAHULUAN Pendidikan merupakan salah satu upaya meningkatkan sumberdaya manusia. Pendidikan juga merupakan suatu kebutuhan pokok bagi setiap individu yang ingin maju, baik itu anak yang normal maupun anak yang mengalami kelainan fisik dan atau mental. Anak-anak tuna rungu mengalami masalah dalam hal pendengaran sehingga mengalami kesulitan dalam proses penyampaian materi (transfer of knowledge). Hal ini berlaku bagi seluruh mata pelajaran, tidak terkecuali pelajaran Matematika. Melihat dari latar belakang anak tuna rungu yang sangat kekurangan kosakata dalam berkomunikasi, seorang guru luar biasa menyampaikan materi ajarnya harus secara jelas dan konsisten dalam menggunakan kosakata. Pengajaran akan lebih efektif apabila objek pengajaran dapat divisualisasikan secara nyata menyerupai keadaan sebenarnya. Melalui visualisasi, materi atau isi ajar akan lebih mudah dipahami sehingga akan meningkatkan kuantitas perolehan belajar siswa. Keberadaan komputer sebagai media pembelajaran adalah sebagai media
fatcat:kvw7cwvvgbhs3ojzowwkkjq6tu