GAMBARAN KENAKALAN SISWA DI SMA MUHAMMADIYAH 4 KENDAL

Nur Fuadah, Fakultas Psikologi, Universitas Esa, Unggul Jakarta, Jln Utara, Tol Tomang, Kebun Jeruk
2011 unpublished
Abstrak Kenakalan yang dilakukan oleh remaja yang berstatus sebagai siswa ada dalam keseharian, mulai dari pelanggaran ringan seperti membolos sampai pada kenakalan yang menyebabkan korban seperti perkelahian atau tawuran. Kenakalan tersebut hampir setiap hari kita temukan pada pemberitaan di ibu kota dan kota besar lainnya di Indonesia seperti Surabaya, Bandung, dan Palembang. Pada kenyataanya kenakalan tidak hanya terjadi di kota besar, tetapi kota kecil seperti Kendal juga terjadi kenakalan
more » ... terjadi kenakalan yang sama. Kenakalan siswa di SMA Muhammadiyah 4 Kendal menjadi perhatian dan keprihatinan pihak sekolah. Berbagai pertanyaan berkaitan dengan kenakalan yang dilakukan siswa dan faktor-faktor penyebabnya belum dapat diketahui, hal tersebut yang menjadi alasan untuk dilakukan penelitian ini. Maka tujuan penelitian adalah untuk mengetahui gambaran tingkat kenakalan siswa, faktor-faktor penyebab kenakalan siswa, dan bentuk-bentuk kenakalan yang dominan di SMA Muhammadiyah 4 Kendal. Kata Kunci : kenakalan siswa, pelanggaran, penyebab kenakalan Pendahuluan Berbagai berita mengenai kenakalan remaja dengan status sebagai siswa hampir setiap hari dapat ditemukan di berbagai media massa baik televisi, surat kabar, maupun radio yang terjadi di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, Balikpapan ataupun Palembang. Kenakalan siswa tidak hanya monopoli kota-kota besar tersebut, te-tapi kota-kota kecil di Jawa Tengah seperti Kudus, Demak, dan Kendal tidak lepas dari tindakan kena-kalan siswa. Siswa pada SMA Muhammadiyah Kendal juga melakukan berbagai kenakalan ter-utama yang berkaitan dengan pelanggaran terhadap tata tertib sekolah. Pelaggaran tersebut antara lain membolos, merokok di lingkungan sekolah, ber-kelahi, minum minuman keras, membuat keributan di kelas dan melawan guru, melakukan pemerasan. Berbagai pelanggaran tersebut menimbul-kan keprihatinan tersendiri pada guru-guru pada SMA Muhammadiyah 4 Kendal. Pelanggaran ter-sebut mencerminkan tidak adanya kedisiplinan dari para siswa untuk mematuhi tata tertib sekolah, juga mengganggu proses belajar di sekolah tersebut. Kenakalan-kenakalan siswa dapat digolongkan da-lam 4 jenis kenakalan sesuai dengan teori Jensen (dalam Sarwono, 2007) seperti ber-kelahi yang ter-golong pada kenakalan remaja yang menimbulkan korban fisik pada orang lain, memeras yang digo-longkan pada kenakalan remaja yang menimbulkan korban materi, kenakalan yang melawan status salah satunya adalah membolos, sedangkan pelanggaran lainnya dapat dimasukkan pada kenakalan sosial yang tidak menimbulkan korban di pihak orang lain. Banyak faktor penyebab kenakalan siswa selain disebabkan oleh faktor internal akibat per-ubahan dalam diri remaja, juga disebabkan oleh kombinasi dari beberapa faktor. Faktor penyebab tersebut seperti yang dikemukakan oleh Philip Graham (dalam Sarwono, 2007) dibagi kedalam dua golongan yaitu faktor lingkungan dan faktor pribadi. Sedangkan faktor-faktor pribadi menurut Santrock (2002) meliputi pengendalian yang rendah, penga-ruh teman sebaya yang negatif, identitas diri yang rendah, dan tidak adanya harapan terhadap pendi-dikan. Faktor-faktor kenakalan tersebut yang akan menjadi dasar identifikasi penyebab kenakalan siswa. Faktor penyebab digolongkan kembali dalam tiga faktor penyebab kenakalan siswa yaitu faktor lingkungan fisik, faktor lingkungan sosial, dan faktor pribadi. Identifikasi tersebut diharapkan da-pat mengetahui faktor-faktor dominan yang berpe-ngaruh pada kenakalan siswa SMA Muhammadiyah 4 Kendal. Pada penelitian inilah penulis mencoba un-tuk mengetahui gambaran tingkat kenakalan siswa, bentuk-bentuk kenakalan siswa dan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap munculnya kenakalan pada SMA Muhammadiyah 4 Kendal. Metode Penelitian Rancangan penelitian yang digunakan ada-lah kuantitatif dengan format deskriptif. Metode ku-antitatif merupakan metode yang menggunakan data berupa angka-angka dan dianalisis dengan meng-gunakan statistik (Sugiyono, 2008). Sedangkan format deskriptif merupakan format yang bertujuan
fatcat:h6vixxhlqncahitziqk24hwwia