GAMBARAN IMPLEMENTASI RUMAH TUNGGU KELAHIRAN DI KABUPATEN SEMARANG

Treesia Sujana
2018 Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada  
ABSTRAK Rumah tunggu kelahiran adalah rumah tunggu sementara bagi ibu hamil resiko tinggi. Rumah tunggu kelahiran di Kabupaten Semarang sudah ada sejak tahun 2016. Penelitian ini menggunakan metode secara kualitatif deskriptif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran implementasi program rumah tunggu kelahiran di Kabupaten Semarang. Analisa data yang dapatkan bahwa rumah tunggu kelahiran di Kabupaten Semarang yaitu a) Teridentifikasi Alur Teknis Rumah Tunggu Kelahiran. b) Target utama
more » ... . b) Target utama dari Rumah Tunggu Kelahiran (RTK) adalah Ibu Hamil Resiko Tinggi. c) rumah tunggu kelahiran teridentifikasi mempermudah akses bagi ibu hamil risiko tinggi yang bertujuan menurunkan angka kematian ibu d) strategi lingkungan kondusif dan penciptaan alur komunikasi bagi ibu/target rumah tunggu kelahiran maupun tenaga kesehatan. Implementasi dari rumah tunggu kelahiran di Kabupaten Semarang sudah baik karena tahun depan akan dibangun lagi dua rumah tunggu kelahiran. Kata kunci : gambaran implementasi, rumah tunggu kelahiran DiterimaABSTRACT Maternal waiting Homes is temporary shelter for high risk pregnant mothers. Maternal waiting homes in Semarang waiting already exists since the year 2016. This research uses qualitative descriptive method. Aims this research is to know the decrcription implementation of maternal waiting homes in Semarang. From the analysis of data obtained the maternal waiting homes in Semarang is a) Identified technical flow of maternal waiting homes. b) The main target of maternal waiting homes (MWH) is pregnant mothers at high risk c) Maternal waiting homes has been identified to facilitate access for high risk pregnant mothers, it aims to decrease the rate of maternal mortality d) Condusive environmental strategy and the creation of the communication flow for the target maternal waiting homes and health workers. Implementation of maternal waiting homes in Semarang is already good because next year will be built another two maternal waiting homes.
doi:10.36465/jkbth.v18i2.397 fatcat:lytce2ashva67ls64mvdbyyxoq