KOREKSI TERHADAP PENGUKURAN POLUTAN DI UDARA DAN DAMPAKNYA TERHADAP KESEHATAN

Husaini Program, Studi Masyarakat, Kedokteran Universitas, Lambung Mangkurat, Kalimantan Selatan
unpublished
Understanding the reaction of various pollutants in the air until today continues to grow, even hardly find information about the results of the reaction of various air pollutants standard. The aim of research to analyze and correction of the measurement of various air pollutants as well as the impact on health of blacksmith. The case study done on 38 blacksmith and 38 working units in Hulu Sungai Selatan South Kalimantan with observational analytic approach along with sampling of air
more » ... ng of air pollutants and blood sampling as well as examination of pulmonary function of workers. The results showed a decrease in lung function and abnormalization workers immune response, as a result of exposure to various air pollutants, so it is very difficult to determine and predict because it is caused by pollutants singly or may be caused from the various reactions of these pollutants, for that, the correction need on the measurement and analysis of air pollutants that made so far, including its impact on the human body. The benefits of this research as a form of correction to use the Threshold Limit Value (TLV) and measuring air pollutants, including the impact of the target organ in the human body. Abstrak Pemahaman reaksi berbagai polutan di udara sampai saat ini terus berkembang, bahkan hampir tidak ditemukan informasi tentang standar hasil reaksi berbagai polutan di udara. Tujuan penelitian untuk menganalisis dan koreksi pengukuran berbagai polutan di udara serta dampaknya terhadap kesehatan perajin logam. Studi kasus di lakukan pada 38 perajin logam serta 38 unit kerjanya di Kabupaten Hulu Sungai Selatan Kalimantan Selatan dengan pendekatan observational analitik beserta pengambilan contoh polutan di udara dan pengambilan sampel darah serta pemeriksaan faal paru pekerja. Hasil penelitian menunjukkan penurunan fungsi paru dan abnormalisasi respon imun pekerja, akibat terpajan berbagai polutan di udara,sehingga sangat sulit ditentukan dan diprediksi karena disebabkan oleh polutan tunggal atau mungkin disebabkan dari hasil berbagai reaksi polutan tersebut, untuk itulah perlu dilakukan koreksi mengenai pengukuran dan analisis polutan di udara yang dilakukan selama ini, termasuk dampaknya di dalam tubuh manusia. Manfaat penelitian ini sebagai bentuk koreksi terhadap penggunaan Nilai Ambang Batas (NAB) dan alat ukur polutan di udara termasuk dampak target organ dalam tubuh manusia. Kata Kunci : Koreksi pengukuran, polutan, faal paru, respon imun. 1. PENDAHULUAN Manusia selalu hidup di ruang terbuka dan terlebih lagi saat bekerja, apabila manusia selalu terpajan dengan berbagai polutan/zat di ruang terbuka, maka zat/polutan tersebut tidak berdiri sendiri/bersifat tunggal, akan tetapi selalu berinteraksi satu zat dengan zat lainnya sehingga mampu mengubah toksisitas mereka. Interaksi zat kimia di udara terbuka melalui berbagai cara seperti mengubah absorpsi, biotransformasi atau eksresi salah satu atau lebih toksikan yang saling berinteraksi tersebut. Dua zat atau lebih yang diberikan secara bersamaan akan menghasilkan satu respons yang kemungkinan besar bisa bersifat; sinergi, kumulatif, antagonis, aditif dan independen (1,2). Hal reaksi dan respons zat di dalam tubuh juga akan berlaku demikian, sehingga sangatlah sulit untuk menentukan dan memprediksi tentang hasil reaksi yang terjadi dan kerusakan target organ dalam tubuh manusia. Devalia et al.(1994) bahwa zat yang terlepas ke udara mampu saling berikatan dan saling sinergi satu sama lainnya, serta bila masuk dalam tubuh manusia bersifat kumulatif, disimpan dalam waktu yang lama di dalam tubuh serta mudah diserap dan didistribusikan di dalam paru-paru atau dalam unit pernapasan, misalnya bila di udara bebas terdapat gas SO2 dan gas NO2,
fatcat:aaptpm6s3zgszoh2pofa35pv4a