CONSILIUM Keefektifan Bimbingan Kelompok Teknik Diskusi Pola Bamboo Dancing untuk Meningkatkan Adversity Quotient Siswa SD

Ervina Novitasari, Mudaris Muslim, Wiyanti Program, Studi Bimbingan, Dan Konseling, Fkip
2017 CONSILIUM : Jurnal Program Studi Bimbingan dan Konseling First Published   unpublished
The purposes of this research is to know the effectiveness of guidance group bamboo dancing discussion technique to increase student adversity quotient in elementary school. The design of the research that is used is pre experimental one group pretest-posttest desaign. Subject of the research was elementary school student that has low adversity quotient which the amount is 6 persons. Technique of collecting data that is used is adversity quotient questionnaire. The result of clinical analysis
more » ... clinical analysis showed that there are changes of students behavior become more calm in facing the difficulties, brave to ask when they have difficulties in understanding the material, have brave to face the challenge. It was supported by the result of pretest analysis and posttest used Wilcoxon test showed the increase of posttest which is higher than the pretest. The results of the Wilcoxon test showed Z count equal to-2.207 and Asymp.Sig. (2-tailed) of 0.027. The conclusion of the research is guidance group bamboo dancing technique is effective to improve students' adversity quotient. Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas bimbingan kelompok teknik diskusi pola bamboo dancing untuk meningkatkan adversity quotient siswa SD. Desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah pra-eksperimental one group pretest-posttest desaign. Subjek penelitian ini adalah siswa SD yang memiliki adversity quotient rendah yang berjumlah 6 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa angket adversity quotient. Hasil analisis klinis menunjukkan bahwa terdapat perubahan perilaku siswa menjadi lebih tenang dalam menghadapi kesulitan, mempunyai keberanian untuk bertanya jika merasa kesulitan memahami materi, memiliki keberanian untuk menghadapi tantangan. Hal tersebut didukung oleh analisis hasil pretest dan posttest menggunakan uji wilcoxon menunjukkan adanya peningkatan yaitu hasil posttest lebih tinggi dari hasil pretest. Hasil dari uji wilcoxon menunjukkan Z hitung sebesar-2,207 dan asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,027. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bimbingan kelompok teknik diskusi pola bamboo dancing efektif untuk meningkatkan adversity quotient siswa SD. Kata kunci : Diskusi, bamboo dancing, adversity quotient PENDAHULUAN Manusia untuk menjalani hidupnya dikaruniai berbagai kemampuan, yaitu kemampuan yang berguna untuk kelangsungan hidupnya sebagai makhluk sosial dan makhluk individu. Franz Magnis-Suseno (2011:66) menyatakan bahwa manusia mempunyai tanggung jawab atas sikap dan tindakan-tindakan yang diambil. Pernyataan tersebut dapat diartikan bahwa manusia memiliki kebebasan untuk bersikap dan bertindak sesuai kehendaknya namun juga harus dapat mempertanggung jawabkannya terhadap dirinya sendiri sebagai makhluk individual dan masyarakat sebagai makhluk sosial. Setiap manusia menginginkan kesuksesan untuk segala usahanya yang berupa peningkatan dan pengembangan diri. Banyak usaha yang dapat dilakukan dan dipelajari untuk mencapai keberhasilan yang optimal diantaranya membuat perencanaan dan target-target yang hendak dicapai. Keberhasilan atau kesuksesan individudipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor fisik dan faktor psikologis. Faktor fisik adalah usaha yang dilakukan individu yang berkaitan dengan kesehatan untuk mencapai kesuksesan, sedangkan faktor psikologis adalah kecerdasan intelektual (IQ), kecerdasan emosi (EQ) dan kecerdasan spiritual (SQ). Stolz (2007:14)
fatcat:wm7nboboufhh7dhzrszlhafapy