Perancangan Suhu Termal Ruang Kuliah dengan Memerhatikan Beban Aktivitas, Sensasi Termal dan Termal Acceptability: Studi Kasus pada Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Parama Kartika Dewa, Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Novenda Kartika Putrianto
2019 Jurnal ergonomi dan K3  
ABSTRAK Riset perancangan suhu termal selama ini berfokus kepada desain dan evaluasi ruang pada gedung yang diperuntukkan untuk kegiatan perkantoran, tempat tinggal, dan kegiatan manufaktur. Faktor yang dominan diperhatikan adalah jumlah pengguna dalam ruang, temperatur dalam ruang, dan kelembaban udara dalam ruang. Perancangan suhu termal untuk ruang kelas tidak banyak ditemukan dalam literatur, terutama dengan memerhatikan beban aktivitas, sensasi termal dan termal acceptability. Penelitian
more » ... ility. Penelitian ini bertujuan untuk merancang suhu termal yang ideal pada ruang kelas di Universitas Atma Jaya Yogyakarta dengan memerhatikan beban aktivitas, sensasi termal, dan termal acceptability. Proses untuk mengidentifikasi suhu kenyamanan termal pada saat mahasiswa melakukan aktivitas kuliah menjadi penting untuk dilaksanakan. Hasil ini diharapkan menjadi masukan bagi tahapan penelitian berikutnya terkait dengan pengukuran energi yang diperlukan untuk menjadikan kondisi termal tersebut terwujud di ruang kuliah UAJY. Lokasi penelitian dilakukan di ruang kuliah Fakultas Teknologi Industri UAJY. Subjek penelitian adalah 120 mahasiswa. Periode waktu pengambilan data dilakukan sebanyak dua periode setiap pengambilan data. Proses pengukuran data dan hasil dilakukan secara langsung di ruang kuliah. Suhu ruang diatur pada alternative 19°C, 23°C, 27°C dan 30°C. Hasil penelitian berdasarkan analisis sensasi termal dan analisis thermal acceptability merekomendasikan suhu ruang kuliah dikondisikan 23°C akan menjamin kenyamanan mahasiswa saat mengikuti kuliah dalam kondisi baik. ABSTRACT Research on thermal temperature design has so far focused on the design and evaluation of spaces in buildings devoted to office, residential and manufacturing activities. The dominant factor is the number of users in the room, the temperature in the room, and the humidity in the room. The design of thermal temperatures for classrooms is not much found in the literature, especially concerning activity loads, thermal sensations, and thermal acceptability. This study aims to design an ideal thermal temperature in the classroom at Atma Jaya University Yogyakarta by observing the activity load, thermal sensation, and thermal acceptability. The process of identifying the temperature of thermal comfort when students conduct lecture activities is important to be carried out. This result is expected to be the input for the next stage of research related to the energy measurement needed to make the thermal condition materialized in the UAJY lecture room. The location of the study was conducted in the lecture room of the UAJY Faculty of Industrial Technology. The subjects were 120 students. Period of data retrieval time is done as much as two periods each data retrieval. The process of measuring data and results is done directly in the lecture hall. Room temperature is adjusted to other temperatures of 19 ° C, 23 ° C, 27 ° C and 30 ° C. The results of the research based on thermal sensation analysis and thermal acceptability analysis recommend the conditioned room temperature 23 ° C which will ensure the comfort of students while attending the lecture in excellent condition.
doi:10.5614/j.ergo.2019.4.2.1 fatcat:jbgeu5tcn5cfrlwev2tftkmy3i