PERILAKU PELARUTAN LOGAM NIKEL DAN BESI DARI BIJIH NIKEL KADAR RENDAH SULAWESI TENGGARA

Solihin Solihin, F Firdiyono
2018 Metalurgi  
Intisari PERILAKU PELARUTAN LOGAM NIKEL DAN BESI DARI BIJIH NIKEL KADAR RENDAH SULAWESI TENGGARA. Indonesia memiliki cadangan bijih nikel laterit kadar rendah yang besar tetapi belum ada proses pengolahan yang khusus hanya menggunakan bahan baku bijih nikel kadar ini. Kebutuhan logam nikel yang diperkirakan akan meningkat di masa depan mendorong dilakukannya usaha penelitian pengolahan bijih nikel kadar rendah ini. Salah satu cara pengolahan yang dapat dilakukan adalah pengolahan pada jalur
more » ... es hidrometalurgi. Tahap yang penting pada jalur proses ini adalah pelarutan bijih. Dalam tahapan leaching, besi dan nikel diekstrak dari bijihnya melalui pelarutan di dalam media asam. Variabel yang dikaji dalam penelitian ini adalah karakteristik bijih, konsentrasi asam dan temperatur proses. Umpan bijih yang lebih kompleks akan menurunkan persen ekstraksi karena memerlukan konsumsi asam yang lebih tinggi. Kenaikan konsentrasi asam meningkatkan persen ekstraksi melalui peningkatan arah reaksi menuju reaksi pelarutan, sementara kenaikan temperatur meningkatkan persen ekstraksi melalui peningkatan koefisien reaksi kimia dan difusi. Pada konsentrasi asam sulfat 30 % dan temperatur proses 90 o C persen ekstraksi besi dan nikel masingmasing adalah sekitar 100 dan 82 %. Abstract DISSOLUTION BEHAVIOR OF NICKEL AND IRON METAL FROM LOW GRADE NICKEL ORE FROM SOUTH EAST OF SULAWESI. Indonesia has large amount of low grade nickel laterite ore deposit that has not been processed. Nickel demand is predicted to increase in the future. This leads to the need of research regarding nickel ore processing. One of the processing routes can be used to treat nickel ore is hydrometallurgical process. The most important part in hydrometallurgical process is ore leaching. In leaching stage, iron and nickel is extracted from the ore through dissolution in acid media. The important variables in nickel and iron dissolution are ore characteristic, concentration of acid, and dissolution temperature. The ore with more complex mineral composition will have lower extraction percentage due to the higher consumption of acid. The increasing of acid concentration leads to the increasing of extraction percentage, which is the result of the increasing of chemical reaction towards reaction product formation. On the other hand, the increasing of temperature also leads to the increasing of extraction percentage, which is caused by the increasing of chemical and diffusion reaction coefficient. At concentration of acid 30% and process temperature 90 °C, the extraction percentage of iron and nickel are 100 and 82 %, respectively.
doi:10.14203/metalurgi.v29i2.285 fatcat:xfmuzzhvrvattg2bmctevwfddm