ANALISIS HUBUNGAN MOTIVASI, GOOD GOVERNANCE TERHADAP KINERJA INSTITUSI PENDIDIKAN YANG DIMODERASI KARAKTERSITIK BIOGRAFI Agus Wahyudin

Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi
2009 JDA Jurnal Dinamika Akuntansi   unpublished
Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bukti empiris pengaruh karakteristik biogra s terhadap hubungan antara motivasi, pemerintahan yang baik dan kinerja institusi pendidikan. Dalam model ini, variabel moderating variabel dan dummy digunakan untuk menjelaskan karak-teristik biogra s. Populasi dari penelitian ini adalah kepala sekolah SMA, SMP dan SD. Sampel dikumpulkan dengan menggunakan questionare. Untuk menganalisis data, MRA dengan variabel dummy digunakan. Hasil
more » ... ian ini menunjukkan bahwa karakteristik biogra s, terutama latar belakang pendidikan dan pengalaman bisa memoderasi hubungan antara motivasi, tata kelola pe-rusahaan yang baik dan kinerja institusi. Abstract e objective of the research is to nd out the empirical evidence about the in uenceof biographic characteristic on the correlation between motivation, good governance and education institution performance. is model uses moderating variable, and apllies dummy variable to explain biographic characteristic. e population of this study are principles of senior high school, junior high school and elementary school. In collecting the sample, questionare was used. e research uses moderating regression analysis (MRA) with dummy variable for analyzing the data. e result of this research shows that biographic characteristic, especially education background and experiences can moderate the correlation between motivation, good corporate governance and institution performance. Pendahuluan Desentralisasi dalam otonomi daerah berarti adanya pelimpahan wewenang dari Pemerin-tah Pusat kepada Pemerintah Daerah untuk menangani beberapa sektor, seperti sistem birokrasi pemerintahan, kesehatan, pendidikan, pariwisata, industri, dan sektor lainnya Bastian (2001). Salah satu sektor yang perlu mendapat perhatian serius adalah sektor pendidikan, mengingat pengelolaan sektor ini membutuhkan perspektif jangka panjang. Sektor pendidikan merupakan investasi jangka panjang dalam pengelolaan dan pembinaan sumber daya manusia agar mampu mengolah sumber daya alam secara optimal untuk kemajuan daerah. Dalam era otonomi daerah, Pemerintah Kabupaten/Kota memiliki wewenang seluas-luasnya untuk mengembangkan sektor pendidikan.
fatcat:3onfk6y74rbg5irirq24nt3qvq