ALTERASI DAN MINERALISASI DI SAYAP BARAT PEGUNUNGAN BUKIT BARISAN: KASUS DAERAH KOTA AGUNG DAN SEKITARNYA KABUPATEN TANGGAMUS - PROPINSI LAMPUNG

Iwan Setiawan
2005 Riset: Geologi dan Pertambangan  
2005), Alterasi dan Mineralisasi di Sayap Barat Pegunungan Bukit Barisan: Kasus daerah Kota Agung dan sekitarnya, Kabupaten Tanggamus-Propinsi Lampung, RISET-Geologi dan Pertambangan Jilid 15 No.1 Tahun 2005, hal. 13 -26, 5 gambar, 2 foto, 3 tabel. Abstract: Petrographic and mineragraphic analyses have been carried out over thirty rock samples that were collected from Kota Agung area in western flank of the Pegunungan Bukit Barisan, Sumatera. Most of studied area is covered by Hulusimpang
more » ... ion that is well known to be associated with alteration and mineralization. Petrographic analysis of rocks shows various mineralogical compositions from acidic to basic. Alteration process occured in study area are indicated by the existence of chlorite, carbonate, epidote, silica and clay minerals. These altered minerals are associated with metallic minerals such as pyrite, chalcopyrite, sphalerite, magnetite, galena, tetrahydrite and gold. These assemblages are considered being equal to prophylitic and argillic alteration zone with temperatures ranges from about 200°C to 250°C or equal to epithermal system of low sulphidation types. Mineralization within most of study area associated with prophylitic alteration types which were replaced by argillic, and argillic types. These phenomena can be observed by the occurence of overprinted crystals or veins and shearing or opening of quartz veinlets. Moreover, deposition of pyrite, magnetite, and sphalerite show replacement texture; while pyrite and galena show simple locking texture as observed from Way Kerap samples. Both assemblages have different range of crystallization temperatures. These facts indicate that more than twice hydrothermal process have been occured in the study area. Sari: Analisis petrografi dan mineragrafi telah dilakukan pada sekitar 30 contoh batuan yang dikumpulkan dari daerah Kota Agung di sayap barat Pegunungan Bukit Barisan, Sumatera. Sebagian besar daerah penelitian ditutupi oleh Formasi Hulusimpang yang dikenal berasosiasi dengan alterasi dan mineralisasi. Analisis petrografi dari batuanbatuan menunjukkan variasi komposisi mineralogi dari asam sampai basa. Proses alterasi yang terjadi di daerah penelitian dicirikan oleh kehadiran dari klorit, karbonat, epidot, silika dan mineral lempung. Mineral-mineral alterasi ini berasosiasi dengan mineral logam seperti pirit, kalkopirit, sfalerit, magnetit, tetrahidrit dan emas. Kelompok asosiasi ini dapat disebandingkan dengan zona propilitik dan argilik dengan kisaran suhu dari sekitar 200°C ke 250°C atau sebanding dengan sistem epithermal tipe sulfidasi rendah. Mineralisasi di sebagian besar daerah penelitian dicirikan oleh tipe alterasi propilitik yang digantikan oleh argilik, dan tipe argilik. Fenomena ini dapat diamati melalui pemunculan kristal-kristal atau urat-urat yang mengalami overprint dan pergeseran atau bukaan dari urat-urat tipis kuarsa. Dan juga pengendapan dari pirit, magnetit dan sfalerit menunjukkan tekstur penggantian; sedangkan pirit dan galena menunjukkan tekstur penguncian sederhana seperti yang teramati pada conto dari Way Kerap. Kedua asosiasi memiliki kisaran temperatur kristalisasi yang berbeda. Fakta-fakta ini menunjukkan bahwa lebih dari dua kali proses hidrotermal telah terjadi di daerah penelitian.
doi:10.14203/risetgeotam2005.v15.185 fatcat:tnttrlmoavahjboftl3iks33bi