Perawatan sederhana prostodontik pencegahan pada pasien lansia

Moh Dharma Utama, Angela, Muh Ikbal, Bagian Prostodonsia, Bagian Teknologi, Material Kedokteran, Gigi Kedokteran, Gigi Universitas, Hasanuddin Makassar
unpublished
The treatment performed in elderly patients is intended to maintain the teeth and tissues that are still in the oral as long as possible, and prevent them from rapid resorption of alveolar bone. Generally, maintaining the remaining tooth or root is associated with treatment of the alveolar ridge, which is the effort to keep the height of the residual alveolar bone. Some studies reported that the treatment with overdenture can maintain the height of the alveolar ridge. Treatment with overdenture
more » ... considers preventive concept, therefore it can be called as preventive care in prosthodontics. The reason for using overdenture treatment approach supported by the remaining teeth will be discussed in the case study of two elderly patients. ABSTRAK Perawatan yang dilakukan pada pasien lansia ditujukan untuk mempertahankan agar gigi dan jaringan yang masih ada di dalam rongga mulut dapat dipertahankan selama mungkin, dan mencegah agar tidak terjadi resorpsi yang cepat dari lingir alveolar. Mempertahankan gigi atau sisa akar pada umumnya dihubungkan dengan pemeliharaan lingir alveolar, yaitu usaha untuk mempertahankan tinggi dari lingir alveolar yang tersisa. Dari beberapa laporan dikatakan bahwa perawatan dengan overdenture dapat mempertahankan tinggi dari lingir alveolar. Perawatan dengan overdenture mempertimbangkan konsep preventif, oleh karena itu dapat dikatakan sebagai perawatan pencegahan dalam bidang prostodonsia. Alasan dari pendekatan perawatan menggunakan overdenture yang didukung oleh gigi yang masih ada akan dibahas pada dua pasien berusia lanjut. Kata kunci: lansia, overdenture, prostodontik pencegahan PENDAHULUAN Lanjut usia (lansia) adalah kejadian yang pasti akan dialami oleh semua orang yang akan dikaruniai usia panjang. Lansia ditandai dengan perubahan-perubahan anatomi, fisiologis dan biomekanik di dalam sel tubuh sehingga mempengaruhi fungsi sel jaringan dan organ tubuh. Seperti diketahui, Indonesia saat ini berada dalam masa transisi demografi yang ditandai dengan terus meningkatnya presentase penduduk golongan lansia dari tahun ke tahun. Struktur masyarakat Indonesia berubah dari populasi muda menjadi populasi yang lebih tua. Piramida penduduk Indonesia berubah dari bentuk basis lebar (fertilisasi tinggi) menjadi bentuk piramida seperti kubah mesjid atau bawang (menunjukkan fertilisasi dan mortalitas rendah) pada tahun 2020. Diperkirakan jumlah penduduk pada tahun tersebut mencapai 40,16 juta (14,89%) sehingga Biro Sensus AS menuliskan dalam laporannya bahwa peningkatan jumlah populasi lansia di Indonesia dari tahun 1990-2025 akan mencapai 414%, yang merupakan angka kenaikan tertinggi di dunia. Tahun 2000, Indonesia merupakan negara ke-4 dengan jumlah penduduk lansia paling banyak setelah Cina, India, dan Amerika Serikat. Pergeseran ini menuntut perubahan strategi pelayanan kesehatan, dengan kata lain lebih meminta perhatian dan prioritas untuk penyakit-penyakit pada usia dewasa dan usia lanjut. 1 Pada masa depan, perawatan gigitiruan (GT) akan lebih bervariasi dan rumit. Fakta menunjukkan bahwa pasien cenderung menunda perawatan GT sehingga timbul kesulitan dalam pembuatannya karena terjadi kerusakan yang lebih parah. Kesulitan ini sebagian dapat diatasi dengan pemasangan GT lepasan, GT jembatan maupun dengan pemasangan implan. Meskipun demikian, kemunduran fisik yang kronis, emosi dan kesehatan dapat melemahkan prognosis perawatan secara menyeluruh, jika perawatan kesehatan gigi dan mulut tidak dilakukan secara teratur. 1 Agar diperoleh toleransi adaptasi yang baik maka perawatan GT pada pasien lansia hendaknya dilakukan secara bertahap, mengingat banyaknya masalah yang harus diselesaikan. Perawatan yang dilakukan pada pasien lansia ditujukan untuk mempertahankan gigi dan jaringan yang masih ada di dalam rongga mulut agar dapat dipertahankan selama mungkin, dan mencegah resorpsi yang cepat dari tulang alveolar. Mempertahankan gigi atau sisa akar pada umumnya dihubungkan dengan pemeliharaan lingir,
fatcat:6x3uhfqwjfewpllqgq2pvg2n6y