RESEPSI PEMBACA TERHADAP UNSUR FAKTA CERITA DALAM NOVEL AYAT AYAT CINTA KARYA HABIBURRAHMAN EL-SHYRAZI

Munaris Fakultas, Keguruan Dan, Ilmu Pendidikan, Universitas Lampung
unpublished
This study aims to describe readers' reception of story fact elements (character, plot, and setting) in Ayat-Ayat Cinta (AAC). The data sources were reception texts uploaded by readers and were downloaded through Google. The data analysis and interpretation employed a combination of two perspectives, i.e. text reception and hermeneutics. The findings show that readers respond to the elements in the reception with positive and negative tones. In general, however, they respond to the elements
more » ... to the elements positively. The characters that most readers respond to are Fahri, Aisha, Maria, and Nurul. Readers respond to the plot of AAC holistically, but most of them respond to only parts of the plot. They respond to two settings, i.e. spatial and social settings. PENDAHULUAN Afrizal Malna dalam lembar ucap-an terima kasih atas penerbitan buku-nya yang berjudul Sesuatu Indonesia pada awal paragraf menyatakan sebagai berikut. Banyak hal yang membuat buku ini bisa terbit. Banyak cerita juga di balik penerbitannya, yang membuat saya terheran-heran dan akhirnya seperti harus percaya bahwa buku seperti anak yang akhirnya harus me nem-puh hidupnya sendiri. Terpisah dari ayah penulisnya (Malna, 2000: ix). Dari pernyataan tersebut, dapat ditafsirkan bahwa untuk mewujudkan teks buku yang setelah dicetak setebal 580 halaman, Malna melalui berbagai proses.Secara global proses tersebut meliputi baik proses pada diri si penu-lis dan proses pencetakan dan penerbi-tan. Penuangkan segala sesuatu dalam bentuk tulisan merupakan pembakuan segala sesuatu dalam wujud teks. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Ri-coeur (Valdes (Ed.), 1991: 43-45) dan Ricoeur, 1981: 196-197) mengenai teks, yaitu teks adalah setiap wacana yang dibakukan dalam tulisan. Pembakuan dalam tulisan merupakan ciri teks. Na-mun, sebuah teks benar-benar menjadi teks ketika ia langsung membubuhkan yang dimaksud wacana ke dalam tu-lisan. Teks yang telah dihasilkan oleh Malna merupakan teks yang mandiri se-hingga penulis menyatakan yang mem-buat saya terheran-heran dan akhirnya se-perti harus percaya bahwa buku seperti anak yang akhirnya harus menempuh hidupnya sendiri. Terpisah dari ayah penulisnya. Meskipun mengherankan, hal tersebut tetap harus terjadi karena penulis tidak mungkin mengekang teks yang telah di lepaskan untuk tunduk pada kemauan penulis, misalnya berkaitan dengan penafsiran/pemak na an teks. Bahkan, jika penulisnya membaca teks yang di-tulisnya, sesungguhnya penulis tersebut
fatcat:7hs2etb3cbeand4nvdvinmsk4m