POTRET TELEVISI DI INDONESIA (Kajian Perspektif Teori Ekonomi Politik Media dan Kritis)

Ismojo Herdono
2015 Scriptura  
ABSTRAK Barometer yang digunakan untuk mengukur keberhasilan sebuah media televisi adalah menjaring jumlah penonton yang cukup besar itu, dikuantifikasikan dengan rating, dengan hanya berpatokan dengan hasil rating maka rating sudah layaknya sebagai ‗Tuhan' yang menentukan keberlanjutan media televisi. Media televisi berlomba-lomba membuat sebuah program yang dapat menghasilkan rating tertinggi atau media televisi mencoba membuat program televisi yang sejenis atau meniru program televisi dari
more » ... ram televisi dari stasiun televisi lainnya, inilah yang disebut dengan mimetisme. Yakni, gairah yang tiba-tiba menghinggapi media dan mendorongnya, sepertinya sangat urgen, bergegas untuk meliput kejadian karena media lain, terutama yang menjadi acuan, menganggapnya penting. Pendekatan atau metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif, dengan memberikan contoh-contoh kasus (studi kasus). Tujuan dari penelitian ini yakni dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang industri penyiaran, khususnya industri penyiaran televisi-televisi nasional yang ada di Indonesia. Kesimpulan yang didapat dari hasil penelitian ini bahwa, potret industri pertelevisian di Indonesia, cenderung lebih mengutamakan kepentingan pasar. Logika pasar yang berujung untuk mendapatkan keuntungan yang besar, tampaknya mengabaikan fungsi atau peran media sebagai medium pendidikan melalui informasi yang benar, bermartabat dan layak. ABSTRACT Barometer used to measure the success of a television media is to capture a sizeable number of spectators it, is called the rating, by simply sticking with the results of rating the rating has been like a 'God' that determine the sustainability of the television media. Television media vying to create a program that can generate the highest rating television or media tries to make a television program or mimic similar television programs from other television stations, is called the mimetisme. Namely, the passion that suddenly attacked by the media and push it, it seems very urgent, rushed to cover the incident because the other media, particularly the reference, consider it important. Approach or methodology used in this studied is a qualitative descriptive approach, by providing study case, is expected to provide a more comprehensive picture about the broadcasting industry, especially television broadcasting industry-national television in Indonesia. The conclusion is, the portrait of the television industry in Indonesia, tend to prefer the interests of the market. Market logic that led to benefit greatly, apparently ignoring the function or role of the media as an educational medium through which the information is correct, dignified and decent.
doi:10.9744/scriptura.5.2.62-70 fatcat:tzw5v2mtabgglkej44txurqoiu