Manajemen Budaya Mutu dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan di Sekolah Dasar

Akhmad Ritaudin
2021 Media Manajemen Pendidikan  
Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi manajemen budaya mutu di SD Negeri Percobaan 2 Kabupaten Sleman. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa manajeman budaya mutu dengan program unggulan literasi di SDN Percobaan 2: (1) Perencanaan ditempuh dengan melibatkan semua pemangku kepentingan dengan prosedur bertahap mulai dari rapat intern
more » ... i rapat intern sekolah dan rapat terbuka; (2)Penerapan budaya mutu program unggulan literasi di SDN Percobaan 2 didukung oleh beberapa faktor, antara lain: komitmen kepala sekolah dan guru ; kerja sama dan komunikasi tim budaya mutu sekolah; (3) hambatan meliputi karakteristik siswa yang beragam, keterbatasan dana BOS yang dialokasikan dalam manajemen budaya mutu dan sarana dan prasarana sekolah yang masih kurang dalam rangka memfasilitasi keterlaksanaan manajemen budaya mutu. (4) Implementasi budaya mutu dengan keunggulan program literasi di SDN Percobaan 2, juga ditandai dengan beberapa prestasi yang diraih oleh siswa, guru, kepala sekolah, dan institusi sekolah baik di tingkat kecamatan, kabupaten, provinsi maupun nasional. Kata kunci: pendidikan, manajemen budaya mutu, kualitas pendidikan Abstract: The purpose of this study was to determine the implementation of quality culture management in SD Negeri Experiment 2, Sleman Regency. This research uses qualitative research. Data collection techniques using observation, interviews and documentation. The results of this study indicate that quality culture management with literacy flagship programs at SDN Experiment 2: (1) Planning is carried out by involving all stakeholders with phased procedures starting from internal school meetings and open meetings; (2) The implementation of a quality culture of the superior literacy program at SDN Experiment 2 is supported by several factors, including: commitment of school principals and teachers; cooperation and communication of the school quality culture team; (3) barriers include diverse student characteristics, limited BOS funds allocated for quality culture management and lack of school facilities and infrastructure in order to facilitate the implementation of quality culture management. (4) The implementation of a quality culture with the excellence of the literacy program at SDN Experiment 2, is also marked by several achievements achieved by students, Pendahuluan Pendidikan sebagai pilar yang bertugas untuk menyiapkan sumber daya manusia yang berkarakter dan berprestasi. Sebuah program pembudayaan mutu tersebut salah satunya adalah gerakan literasi. Karena dengan literasi tersebut akan membawa para generasi bangsa tetap memiliki ilmu dan mendapatkan berbagai macam wawasan. Sekolah menjadi institusi yang terdiri dari berbagai aspek elemen antara lain kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, stake holders dan siswa. Sebuah manajemen sekolah untuk mencapai tujuan tergantung pada semangat dan pembiasaan kerja sama diantara kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, siswa dan stakeholder dalam menjalankan tugas masing-masing. Peningkatan mutu dan perluasan pendidikan yang ideal harus mencakup beberapa indikator yaang meliputi : (1) kecukupan sumber-sumber pendidikan dalam arti kualitas tenaga kependidikan, biaya dan sarana belajar; (2) mutu proses belajar mengajar yang mendorong siswa belajar efektif; dan (3) mutu keluaran dalam bentuk pengetahuan, sikap keterampilan, dan nilai-nilai (Nanang Fattah, 2009). Kualitas pendidikan dapat tercapai dengan adanya kerja sama yang harmonis antara pemerintah dan sekolah sebagai pelaksana pendidikan (Basri, 2011; Amin, 2016; Anggreni, 2016 dan Patras, 2019. Selain itu kualitas pendidikan merupakan kemampuan sistem pendidikan dasar, baik dari segi pengelolaan maupun dari segi proses pendidikan, yang diarahkan secara efektif untuk meningkatkan nilai tambah dan faktor-faktor input agar menghasilkan output yang sebaik mungkin. Sehingga sekolah dapat dikatakan sebagai pihak yang memiliki peran besar dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Perbaikan kualitas pendidikan diantaranya dapat dilihat dari perbaikan mutu dan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan, proses pembelajaran maupun mutu lulusan sekolah. Kepala sekolah mempunyai peranan penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan bertanggung jawab dalam penyelenggaraan kegiatan pendidikan, administrasi sekolah, membina tenaga kependidikan, danmendayagunakan sekaligus memelihara sarana dan prasarana (Mulyasa, 2005) . Terkait dengan budaya mutu sekolah dilihat dari manajemen pengelolaan program perpustakaan berkaitan literasi di sekolah dasar (SD) memang tidak lepas dari manajemen pembuatan program-program yang menarik. Bukan hanya tersedianya tenaga pendidik dan sarana sekolah yang memadai namun manajemen penyusunan program-program unggulan khususnya literasi sangat berpengaruh pada kualitas pembelajaran sekaligus mutu pendidikan di sekolah. Untuk itu perlu adanya sebuah manajemen pengelolaan literasi melalui kegiatan perpustakaan. Berdasarkan studi tahap prapenelitian, diketahui bahwa SD Negeri Percobaan 2 Sleman merupakan salah satu sekolah yang telah mengembangkan pendidikan dengan
doi:10.30738/mmp.v3i3.5071 fatcat:qczch2ybgze7re4w2j6nsb77jy