Konsumsi Zat Gizi pada Balita Stunting dan Non-Stunting di Kabupaten Bangkalan

Ulul Azmy, Luki Mundiastuti
2018 Amerta Nutrition  
: Foods consumed by under five children determine their growth and development in the future. The lack of nutrient intake can lead to several nutritional problems, including stunting.Objectives: This research aimed to analyze nutrient consumption of stunted and non-stunted children aged 24 - 59 month in Bangkalan.Methods: This was an observational study with case-control design, conducted in Banyuajuh, Kramat, and Pejagan sub-district in Bangkalan district. The research sample consist of 48
more » ... e consist of 48 children aged 24 - 59 month selected through simple random sampling. Data were collected using three-times food recall 24H non-consecutive days.Results: Majority of stunting children have low levels energy, fat, protein, carbohydrate, zinc and iron intake. While non-stunted chidren, have adequate nutrients intake. There was significant correlation between nutritional status (H/A) with intake of total energy (p = 0.015; OR = 4.048), protein (p = 0.012; OR = 1.6), fat (p = 0.002; OR = 1.7), carbohydrate (p = 0.014; OR = 1.7), and zinc (p = 0.026; OR = 1.7). But, none in iron consumption (p = 0.066).Conclusions : The results showed that non-stunted children have better nutrients intake compare to the stunted children. Moreover the results also showed significant correlation between consumption of total energy, protein, fat, carbohydrate,and zinc with nutritional status (HAZ), but not significantly corelated with iron intake.ABSTRAKLatar Belakang : Makanan yang dikonsumsi anak usia balita menentukan pertumbuhan dan perkembangan di masa yang akan datang. Kurangnya konsumsi zat gizi dapat menyebabkan beberapa masalah gizi, salah satunya yaitu stunting.Tujuan : Penelitian ini bertujuan menganalisis konsumsi zat gizi pada balita stunting dan non-stunting usia 24 – 59 bulan di Kabupaten Bangkalan.Metode : Jenis penelitian ini adalah observasional dengan desain case control. Penelitian dilaksanakan di desa Banyuajuh dan desa Kramat Kabupaten Bangkalan. Sampel pada penelitian ini berjumlah 48 balita yang berusia antara 24 – 59 bulan dan dipilih secara acak. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode recall selama 3 hari.Hasil : Sebagian besar balita stunting memiliki tingkat konsumsi energi, lemak, protein, karbohidrat, seng, dan zat besi pada kategori kurang. Sedangkan pada balita non-stunting sebagian besar memiliki tingkat konsumsi zat gizi yang cukup. Terdapat hubungan status gizi dengan asupan energi (p = 0,015; OR = 4,048), protein (p = 0,012; OR = 1,6), lemak (p = 0,002; OR = 1,7), karbohidrat (p = 0,014; OR = 1,7), seng (p = 0,026; OR = 1,7), dan tidak ada hubungan zat besi (p = 0,066) dengan status gizi.Kesimpulan : Balita non-stunting memiliki tingkat konsumsi zat gizi yang lebih baik dibandingkan dengan balita stunting. Terdapat hubungan antara asupan energi, protein, lemak, karbohidrat, dan seng dengan status gizi (TB/U), dan tidak ada hubungan antara asupan zat besi dengan status gizi (TB/U).
doi:10.20473/amnt.v2i3.2018.292-298 fatcat:4yjogpqggfhjhaqmcpno2omlda