FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI RENDAHNYA CAKUPAN ASI EKSKLUSIF PADA BAYI UMUR 0-6 BULAN DI BIDAN PRAKTIK SALASIAH GUN KECAMATAN PALARANSAMARINDA TAHUN 2017

Nuuva Yusuf, Herni Johan, Rizky Diah Anggraini
2019 Jurnal Kebidanan Mutiara Mahakam  
Angka kematian bayi yang cukup tinggi didunia dapat dihindari dengan pemberian air susu ibu, pemberian ASI semaksimal mungkin merupakan kegiatan yang berperan penting dalam pemeliharaan anak dan persiapan generasi penerus dimasa depan. Banyaknya bayi yang tidak mendapatkan ASI Eksklusif disebabkan oleh karakteristik ibu diantaranya umur ibu yang terlalu muda sehingga tidak mengerti akan kebutuhan bayi, Pendidikan yang tidak memadai, pertama kali melahirkan sehingga tidak tahu pentingnya ASI
more » ... pentingnya ASI Eksklusif, Pekerjaan, Mementingkan keindahan tubuh pasca persalinan, atau juga bisa disebabkan oleh kurangnya pengetahuan ibu disebabkan ibu tidak mendapatkan informasi dari pihak kesehatan, keluarga dan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor –faktor yang mempengaruhi rendahnya cakupan ASI Eksklusif pada bayi umur 0-6 bulan di Bidan Praktik Salasiah Gun.Metode atau teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah Non Probability sampling tipe (quota sampling). Tehnik Quota Sampling yaitu pengambilan sampel secara quota dilakukan dengan cara menetapkan sejumlah anggota sampel secara quotum atau jatah. Dalam menentukan besarnya sampel, apabila subjek penelitian kurang dari 100, lebih baik diambil semua sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi. Selanjutnya, jika jumlah subjeknya besar dapat diambil antara 10-15% atau 20-25% atau lebih. Dalam hal ini peneliti mengambil sampel 20% dari populasi yang ada. Sehingga dapat diketahui jumlah sampel adalah 195 orang X 20% = 39 orang.Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap faktor – faktor yang mempengaruhi rendahnya cakupan ASI Eksklusif pada bayi umur 0-6 bulan di Bidan Praktik Salasiah Gun. Didapatkan kesimpulan bahwapengetahuan ibu terhadap pemberian ASI Eksklusif masih kurang.
doi:10.36998/jkmm.v6i2.34 fatcat:wx5rqrwiuvbkhofymvwrqze33q