PERANAN ADVOKAT DI ERA PERGERAKAN DALAM PERJUANGAN NON-KOOPERATIF MELAWAN PEMERINTAH KOLONIAL HINDIA BELANDA MENUJU LAHIRNYA REPUBLIK INDONESIA

Ali Sastroamidjojo, Tonggak, Di Perjalananku
1974 Jurnal Hukunt PRIORIS   unpublished
cermin perjuangan sebuah Profesi terhormat (officium nobile) berlandaskan kebebasan dan kemandirian Arnaldo JR Soares' ABSTRAK Advokat adalah salah satu profesi yang tertua dalam sejarah manusia. Perjalanan sejarah profesi ini dinamakan OFFICIUM NOBILE (Jabatan yang Mulia) karena aspek kepercayaan dari pemberi kuasa dijalankan untuk rnempertahankan dan memperjuangkan hak-haknya di forum yang telah ditentukan. Namun demikian kemuliaan profesi ini seringkali hanya disorot dari perspektif teknis
more » ... perspektif teknis hukum yang sangat instrumental tanpa mengulas mengenai bagaimana para advokat adalah pejuang yang gigih melawan kolonialisme dan ikut aktif dalam pergerakan kemerdekaan sejak awal. Tulisan ini adalah sedikit ulasan yang berusaha untuk mengedepankan sisi kejuangan profesi advokat yang kurang menjadi sorotan dewasa ini. Kurang diangkatnya sisi kejuangan advokat memberi ruang negatif terhadap profesi advokat dengan stigma bahwa advokat adalah profesi bayaran dengan jargon'majujargon'maju tak gentar membela yang bayar; Kendatipun sejak awal abad lalu, profesi advokat menjadi basis pejuang pergerakan yang tidak mau tunduk pada pemerintah kolonial dengan membangun kemandirian profesi dan menjadi pelopor pejuang non-kooperatif. Mengulas kenyataan sejarah ini adalah bagian dari perjuangan melawan lupa, sehingga harus dilakukan oleh para advokat agar masyarakat tidak melihat profesi officium nobile ini sebagai suatuformalitas semata tetapi adalah realitas sejarah bangsa yang harus sama-sama dirawat dan dilestarikan. Dengan demikian advokat sebagai sebuah profesi yang mulia dapat dipaharni dalam keutuhannya dan tidak secara artifisial belaka. Kata kunci: Advokat, officium nobille, non-kooperasi, pergerakan, kolonial. 3
fatcat:5ex43xlhjne3bmhzp3eavy5tgm