Nomor 3-Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Surabaya

Dovi Prayogatama, Jun Surjanti
2017 Jurnal Ilmu Manajemen   unpublished
This study aims to analyze the influence of physical work environment on employee performance through job satisfaction as a variable as intervening variable in P & GA (Personnel & General Affair) department of PT Japfa Comfeed Indonesia, tbk unit of Sidoarjo. The approach used in this research is quantitative approach. The population is 104 employees, the sample technique used is using sample random sampling with slovin formula which amounted to 80 employees. Data analysis technique used is
more » ... chnique used is Structural Equation Model Partial Least Square with the help of SmartPLS 3.0 software. The results showed that the physical work environment does not affect the performance of employees with an average value of 1.197. While the physical work to work satisfaction ligkungan there is a direct and significant influence with the average value of 48.198. There is also direct and significant influence between job satisfaction variable to employee performance variable with average value 3,384. PENDAHULUAN Pada era globalisasi sekarang ini, tidak terhindarkan bahwa terjadi kemajuan yang pesat berdirinya industri-industri di dunia. Disamping pesatnya pembangunan industri, pencemaran lingkungan menjadi tak terhindarkan akibat dari kurangnya tanggung jawab atau perhatian dari industri tersebut untuk mengelolah limbah yang dihasilkan. Perusahaan di Indonesia sekarang ini harus memperhatikan dampak dari limbah yang dihasilkan serta menjaga kualitas dari produk yang dihasilkan guna menjaga kelestarian lingkungan dan menjaga kesejahteraan masyarakat Indonesia. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri menutup pabrik pengolahan pakan ternak berbahan baku bangkai ikan di Desa Sendang, Kecamatan Wonogiri, dikarenakan belum mengantongi izin. Kepala Bidang (Kabid) Perikanan, Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan (Disnakperla), Heru Sutopo meminta pemilik pabrik memproduksi pakan ternak di ruang tertutup supaya bau yang ditimbulkan dari pengolahan pakan ternak tersebut tidak menyebar ke mana-mana dan menganggu warga (Ismail, 2015). Saat ini perusahaan pakan ternak di Indonesia mengalami penurunan dikarenakan berbagai hal. Direktur Industri Makanan, Hasil Laut dan Perikanan Kementerian Perindustrian, Faiz Achmad mengatakan pada tahun 2014 terjadi adanya ketidakpastian atau guncangan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, dimana hal ini sangat berpengaruh terhadap belanja perusahaan terhadap pembelian jagung yang merupakan bahan baku utama, sehingga terjadi adanya potensi keterlambatan dalam pertumbuhan industri pakan ternak. Pada keadaan demikian tingkat kinerja pada pertumbuhan industri pakan ternak mengalami penurunan yang sebelumnya 15% turun ke angka 12%. Diperkirakan pada tahun depan adanya keterlambatan pada sektor industri yaitu yang bergerak pada bidang peternakan. Dengan adanya permasalahan mengenai produktivitas di dalam negeri, maka tidak terhindarkan untuk melakukan impor pakan ternak secara terus menerus hingga mencapai angka 80% (Kemenperin, 2014). Meskipun terdapat adanya hambatan proses produksi, namun perusahaan yang memproduksi pakan ternak di Indonesia semakin bertambah dan membawa persaingan di antar perusahaan. Perusahaan pakan ternak di Indonesia saat ini haruslah memperhatikan nutrisi dari pakan ternak
fatcat:g4gdvrjprzcqbigne7c7ijs3ku