Pengaruh ekstrak udang pada umpan terhadap hasil tangkapan pancing dasar di perairan Tateli Weru, Kabupaten Minahasa The effect of shrimp extract oil added to the bait on catches of bottom hand line in Tateli Weru waters, Minahasa

Ucha Janis, Studi Program, Sumberdaya Pemanfaatan, Fakultas Perikanan, Perikanan, Ilmu Kelautan
2016 Jurnal Ilmu dan Teknologi Perikanan Tangkap   unpublished
The success of baited hook and line fishing gear is determined by the activity of fish in terms of finding and catching food. Adding shrimp extract on bait may increase the fishing power of the bait; but this kind of scientific information, particularly on the bottom hand line is not widely available. This study aimed to determine the effect of shrimp extracts on demersal fish catch in the surrounding fishing ground and to identify the species caught by the bottom hand line. This research was
more » ... This research was conducted in coastal waters Tateli Weru Village, District of Mandolang, Minahasa in October 2015 which was based on an experimental method. Six units of bottom hand line was operated, where three units using bait of scad mackerel marinated in shrimp extract, and three other units using plain bait of scad mackerel; and the data were analyzed using t-test. Total catches was 60 fish; 38 fish caught by bait with shrimp extract, and 22 fish caught by bait without shrimp extract. The results showed that use of bait with shrimp extract give more catches. Keywords: bottom hand line, extrack of shrimp, demersal fish, Tateli Weru ABSTRAK Keberhasilan alat tangkap pancing dasar berumpan sangat ditentukan oleh aktivitas hidup ikan dalam hal mencari dan menangkap makanan. Pemberian ekstrak udang pada umpan diduga dapat meningkatkan kemampuan tangkap dari umpan; namun informasi ilmiah seperti ini, khususnya pada pancing dasar belum banyak tersedia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak udang terhadap hasil tangkapan ikan demersal di sekitar daerah penangkapan dan mengidentifikasi jenis ikan hasil tangkapan pancing dasar. Penelitian ini dilakukan di perairan pantai Desa Tateli Weru, Kecamatan Mandolang Kabupaten Minahasa pada bulan Oktober 2015 yang didasarkan pada metode experimental. Enam unit pancing dasar dioperasikan, di mana tiga unit menggunakan umpan ikan malalugis yang direndam dalam ekstrak udang, dan tiga unit lainnya hanya menggunakan umpan ikan malalugis tanpa ekstrak; dan data dinalisis dengan uji t. Tangkapan total berjumlah 60 ekor; 38 ekor tertangkap dengan umpan yang diberi ekstrak udang, dan 22 ekor tertangkap dengan umpan tidak memiliki ekstrak udang. Hasil analisis menunjukkan bahwa penggunaan ekstrak udang pada umpan memberikan hasil tangkapan yang lebih banyak. Kata-kata kunci: pancing dasar, ekstrak udang, ikan demersal, Tateli Weru PENDAHULUAN Pancing dasar (bottom hand line) merupakan salah satu alat tangkap yang umum digunakan oleh masyarakat nelayan untuk menangkap ikan-ikan karang, karena konstruksinya sederhana, relatif murah dan mudah dioperasikan dengan kapal atau perahu ukuran kecil. Walaupun alat tangkap ini * Penulis untuk penyuratan; email: uchajanis@gmail.com telah berkembang sejak lama, tetapi efisiensi penangkapan ikan dan selektivitasnya masih memiliki potensi pengembangan untuk memenuhi kriteria ramah lingkungan dan berkelanjutan. Keberhasilan alat tangkap pancing dasar ber-umpan sangat ditentukan oleh aktivitas hidup ikan dalam hal mencari dan menangkap makanan. Pengetahuan yang diperoleh melalui studi-studi tentang tingkah laku ikan mengambil makanan
fatcat:kirjtnlba5g4xmz5pajsgdihly