Evaluasi Implementasi Clinical Pathway Sectio Caesarea di RSUD Panembahan Senopati Bantul

Yurni Dwi Astuti, Arlina Dewi, Merita Arini
2017 JMMR (Jurnal Medicoeticolegal dan Manajemen Rumah Sakit)  
Kata kunci: status kepegawaian; strata pendidikan; disiplin kerja; The purpose of this study was performed to evaluate the content and quality of clinical pahways sectio caesarea (CP SC), compliance evaluate the implementation of CP SC and know that there are barriers in the implementation of CP SC, so it can make recommendations to improve the implementation of CP SC in hospitals Panembahan Senopati Bantul. The research used mix method focusing in case study design at obsgyn unit room in
more » ... ahan Senopati State Hospital in Bantul. Sample of respondent to the quantitative data to observe at the documentation and obedience to the medical records of patients who had been operated sectio caesarea's elective that choosen by total sampling and evaluation of CP SC using the Integrated Care Pathway Appraisal Tools (ICPAT) consisting of six dimensi. Data qualitative is obtained by do a deep interviews with a purposive sampling method. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi konten dan mutu clinical pahways sectio caesarea (CP SC), mengevaluasi kepatuhan implementasi CP SC dan mengetahui hambatan yang ada dalam implementasi CP SC, sehingga dapat menyusun rekomendasi untuk meningkatkan implementasi CP SC di RSUD Panembahan Senopati Bantul. Penelitian ini merupakan penelitian mix methode dengan desain studi kasus. Data kuantitatif untuk melihat dokumentasi dan kepatuhan pada rekam medis pasien yang menjalani operasi SC elektif yang dipilih secara total sampling serta mengevaluasi CP SC menggunakan Integrated Care Pathway Appraisal Tools (ICPAT) yang terdiri dari 6 dimensi. Data kualitatif diperoleh dengan cara melakukan deep interview dengan menggunakan metode purposive sampling. PENDAHULUAN Upaya pelayanan kesehatan yang mulai dijalankan sejak 1 Januari 2014 oleh Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dan pelaksanaan upaya pelayanan kesehatan global (health coverage) dengan kepesertaan wajib bagi seluruh rakyat Indonesia ini diharapkan dapat memenuhi hak setiap warga negara dalam mendapatkan kesehatan. Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan akan membayar kepada fasilitas kesehatan tingkat pertama dengan sistem kapitasi dan untuk fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjutan dengan sistem paket Indonesia Case Based Groups (INA-CBG's). Penerapan tarif paket INA-CBGs ini menuntut manajemen rumah sakit untuk mampu mengefisiensi biaya dan mengoptimalkan pengelolaan keuangan rumah sakit, serta melakukan kendali mutu.¹ Di Indonesia angka persalinan sectio caesarea juga mengalami peningkatan. Berdasarkan hasil riset kesehatan dasar (Riskesdas) tahun 2010, angka melahirkan dengan metode sectio caesarea di Indonesia sebesar 15,3%.² Mengacu pada WHO, Indonesia mempunyai kriteria angka sectio caesarea standar antara 15 -20% untuk RS rujukan. Angka itu dipakai juga untuk pertimbangan akreditisasi Rumah Sakit.3 Rumah Sakit Umum Daerah Panembahan Senopati Bantul adalah satu diantara rumah sakit tipe B yang melayani kesehatan masyarakat dan merupakan rumah sakit lanjutan (rujukan). Data yang didapatkan dari RSUD Panembahan Senopati Bantul menunjukkan kasus persalinan sectio caesarea pada tahun 2014 sebesar 36.30% dari 1742 persalinan yaitu sebanyak 464 persalinan sectio caesarea.
doi:10.18196/jmmr.6133 fatcat:l6lx22bet5b6pikiotd7yvxmzi