KONSEP PENGEMBANGAN KAWASAN MINAPOLITAN KETAPANG KABUPATEN LAMPUNG SELATAN

Konsep Pengembangan, Kawasan Minapolitan, Ketapang Kabupaten, Lampung Selatan, Darmawan Cahya, Muhamad Daniel, Mareza Program, Studi Perencanaan, Wilayah Dan Kota -Universitas, Esa Unggul, Jln Utara, Tol Tomang (+1 others)
2013 Jurnal Planesa   unpublished
Abstrak Kawasan perikanan Ketapang merupakan salah satu kawasan perikanan yang diarahkan untuk dikembangkan sebagai kawasan minapolitan perikanan tangkap di Kabupaten Lampung Selatan. Namun hingga saat ini masih terdapat beberapa kendala yang menyebabkan perkembangan kawasan minapolitan belum optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyusun konsep pengembangan Kawasan Minapolitan Ketapang. Metode analisa yang digunakan dalam penelitian ini meliputi analisa deskriptif kualitatif,
more » ... kualitatif, analisa fisik dan non fisik. Bila dilihat dari hasil penelitian, permasalahan yang ada pada wilayah perencanaan adalah masih terdapat sarana dan prasarana yang kondisinya kurang baik, keterbatasan jenis produk olahan, lembaga yang ada belum berperan aktif baik lembaga permodalan maupun penyuluhan serta kurangnya informasi pasar. Apabila merujuk dari permasalahan yang ada, hal tersebut dapat diatasi dengan pengembangan kegiatan minapolitan yang terbagi menjadi beberapa sub pengembangan yaitu sistem mata rantai produksi hulu, hilir dan fasilitas penunjang. Penentuan mengenai lokasi sentra atau pusat pengembangan yang nantinya akan menjadi pusat kontrol pengembangan kawasan minapolitan agar lebih terkoordinir dan terintegrasi antara aspek satu dan lainnya yang berdampak kepada lapangan pekerjaan dan lapangan usaha bagi masyarakat. Kata kunci: Model Pengembangan, Minapolita, Lapangan Usaha, Hulu-Hilir Pendahuluan Perdagangan ikan dan produk perikanan memiliki potensi nyata untuk memajukan pemba-ngunan sosial-ekonomi di seluruh dunia. Perda-gangan ikan telah berkembang dengan pesat dalam beberapa dekade terakhir dan telah hampir dua kali lipat dalam sepuluh tahun terakhir. Ekspor mengalir terutama dari negara berkembang ke negara-negara maju, kalkulasi sampai tiga-perempat dari ekspor barang dagangan di beberapa negara. Perikanan menyediakan sumber langsung dan tidak langsung kerja untuk 200 juta orang. Sebagian besar orang-orang ini tinggal di negara berkembang dimana sektor ini didominasi oleh operasi penangkapan ikan skala besar dan skala kecil. Industri ini juga memainkan peran penting dalam memajukan ketahanan pangan, penyediaan protein yang sangat dibutuhkan dalam beberapa negara miskin, serta suatu output yang bernilai ekonomi masa kini maupun masa mendatang (ICTSD :2006) Dimana Indonesia masuk dalam peringkat 5 besar produksi perikanan terbesar dunia pada tahun 2011: 1. China 2. Peru 3. Amerika Serikat 4. Indonesia 5. Japan Indonesia sebagai sebuah wilayah negara yang dikenal sebagai sebuah wilayah kepulauan yang memiliki sumber daya hayati yang sangat potensial yaitu salah satunya dari hayati laut yang tersebar di seluruh wilayah perairan Indonesia, berupa sumber daya perikanan dan segala kehi-dupan terdapat didalamnya adalah salah satu kekayaan alam yang bernilai tinggi. Kontribusi terbesar sektor perikanan tersebut yaitu berasal dari daerah pesisir dimana Indonesia memiliki wilayah pesisir dengan panjang 95.181 km. Dengan potensi lestari sumber daya perikanan laut sebesar 6,7 juta ton per tahun dan yang telah dimanfaatkan 48%. Namun demikian di beberapa kawasan terutama Indonesia barat telah mengalami tangkap lebih (over fishing), (Rokhimin:1998). Pembangunan perikanan yang telah dilaksanakan saat ini telah menunjukan hasil yang semakin baik. Hal ini dapat dilihat dari semakin luas dan terarahnya usaha peningkatan produksi perikanan yang pada gilirannya meningkatkan pula konsumsi ikan, ekspor hasil perikanan, pendapatan nelayan, lapangan kerja, dukungan terhadap pembangunan bidang industri dan menunjang pembangunan daerah, serta pelestarian sumber daya dan lingkungan hidup (Ernani Lubis:2012). Dengan memiliki banyak potensi tersebut, maka Kementerian Kelautan dan Perikanan menerapkan "Grand Strategy Kementrian Kelautan dan perikanan" (The Blue Evolution) yaitu perubahan
fatcat:f7kjun33tnhytdvd4hhm2px5rq