KEABSAHAN AKAD JUAL BELI MULTI LEVEL MARKETING DALAM PERSPEKTIF TEORI HUKUM PERJANJIAN SYARI'AH (NAZHÂRIYYAT AL-'UQÛD)

Iskandar Mirza
unpublished
According to the form of legal development (al-tasyrî'), nazhâriyyat al-'uqûd is resulted from the transformation process of sources, principles, and bases of Islamic economic values which are derived from the Quran and the Sunna into the pracstical of Islamic business. It is also firstly begun through the analysis and translation on nazhâriyyat al-'uqûd by the muslim scholars in the book of fiqh. The concept of business transaction (mafhum al-'uqûd) in Islamic legal contract is based on three
more » ... is based on three theories: First, the theory of property rights (nazhâriyyat al-milkiyyah 'alâ al-mâl); Second, the theory of business transaction (nazhâriyyat al-'uqûd); and Third, the theory of property management (nazhâriyyat al-intiqal al-milkiyyah). These are starting point to examine the consept of business transaction (mafhum al-'uqûd) within Islamic legal contract to dealth with the Islamic practical rule of direct selling. Abstrak Di lihat dari sudut pandang pembentukan hukum (al-tasyrî'), nazhâriyyat al-'uqûd dalam hukum perikatan Islam merupakan sebuah hasil dari transformasi sumber, prin-sip dan asas ekonomi Islam yang didasarkan kepada al-Quran dan Sunnah ke dalam bahasa praksis bisnis Islam, dengan terlebih dahulu dilakukan penelaahan dan itu merupakan diduga kuat dapat menjadi pijakan awal untuk menjelaskan konsep akad (mafhum al-'uqûd) dalam hukum perikatan Islam hubungan-nya dengan praktik bisnis jual beli Multi Level Marketing (MLM). A. Pendahuluan Konsep akad dalam perspektif filsafat ilmu hukum perikatan Islam dan kaitannya dengan hukum transaksi bisnis di Indonesia serta tata cara akad dan tujuannya erat kaitannya dengan pembahasan tentang akad (al-'aqd). Akad dalam bahasa Indonesia di-sebut kontrak merupakan konsekuensi logis dari hubungan sosial dalam kehidupan manu-sia. Hubungan ini merupakah fitrah yang su-dah ditakdirkan oleh Allah ketika mencipta-kan makhluk yang bernama manusia. Oleh karena itu, ia merupakan kebutuhan sosial sejak manusia mulai mengenal arti hak milik. Islam sebagai agama yang komprehensif dan universal telah memberikan aturan yang cu-kup jelas tentang akad untuk dapat diimple-mentasikan dalam setiap masa. Oleh karena itu, dalam filsafat ilmu hukum perikatan Islam dikenal banyak jenis akad, yang umumnya dilihat dari segi apakah akad dan hak milik tersebut diperbolehkan oleh syara' atau tidak; dilihat dari segi bagai-mana akad tersebut dilaksanakan; dilihat dari segi apakah akad itu bernama atau tidak; di-lihat dari segi tujuan diselenggarakannya
fatcat:mvxtn5ramrec3ctaf6d2j2tz5i