STUDI KUALITATIF GAYA BERPIKIR PESERTA DIDIK DALAM MEMECAHKAN MASALAH FISIKA

Hartono Bancong
2014 Berkala Fisika Indonesia   unpublished
INTISARI Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui profil gaya berpikir peserta didik dalam memecahkan masalah fisika dan menentukan gaya berpikir yang lebih kreatif dalam merencanakan dan menyelesaikan masalah fisika. Penelitian ini dilakukan di MAN Baraka, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Pengambilan subjek penelitian menggunakan purposive random sampling. Metode pengumpulan data menggunakan kombinasi metode wawancara dan analisis
more » ... a dan analisis tugas tertulis. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis data model Miles dan Huberman. Hasil penelitian mendeskripsikan gaya berpikir peserta didik dalam memecahkan masalah fisika yang dijabarkan dengan mind mapping dan menunjukkan bahwa gaya berpikir acak abstrak lebih kreatif dalam merencanakan dan menyelesaikan masalah fisika di MAN Baraka. Kata kunci : gaya berpikir, pemecahan masalah, profil I. PENDAHULUAN Peserta didik mengkonstruksi pengalaman baru dengan pengalaman lamanya dengan cara yang berbeda-beda. Ada peserta didik yang lebih cepat mengkonstruksi dengan cara melihat, mendengar atau mempraktekkan. Cara ini disebut gaya belajar. Informasi yang diperoleh selanjutnya diatur dan dikelola di dalam otak. Cara mengatur dan mengelola informasi yang diperoleh melalui gaya belajar disebut gaya berpikir (Gregorc, 1982). Berpikir merupakan suatu aktifitas mental yang diarahkan untuk memecahkan masalah (Solso, 1995, Nurdin, 2010). Masalah dapat ditemui dalam segala aspek kehidupan.Misalnya, peserta didik yang dihadapkan pada soal-soal atau pertanyaan untuk dipecahkan disekolah.Tugas mencari penyelesaian atas soal yang pemecahannya belum diketahui merupakan suatu masalah.Oleh karena itu, kemampuan memecahkan masalah merupakan bagian terpenting bagi peserta didik yang harus dikembangkan melalui pembelajaran.Pemecahan masalah merupakan aktivitas mental tingkat tinggi, sehingga pengembangan keterampilan pemecahan masalah dalam pembelajaran tidak mudah (Plant, 1983, Nurdin, 2010). Hasil penelitian Organization For Economic Cooperation and Development (OECD) yang merupakan lembaga penelitian Internasional melalui program PISA (Programme for International Student Assessment) pada tahun 2006 dan 2009 menyimpulkan bahwa peserta didik Indonesia memiliki kemampuan yang rendah dalam memecahan masalah (OECD, 2009, OECD, 2010). Kemampuan berpikir kreatif merupakan kemampuan yang dimiliki seseorang dalam menghasilkan ide atau gagasan-gagasan baru.Kemampuan ini sangat diperlukan dalam menyelesaikan permasalahan. Gardner dalam Chatib (2012) mengatakan bahwa seseorang dikatakan kreatif apabila dapat menciptakan produk baru yang memiliki nilai budaya tertentu. Berdasarkan hal tersebut, peneliti bermaksud untuk mengkaji profil gaya berpikir peserta didik dalam memecahkan masalah.Langkah-langkah pemecahan masalah yang digunakan mengikuti langkah-langkah pemecahan masalah menurut Polya (1973). Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (a) bagaimanakah profil gaya berpikir peserta didik dalam memecahkan masalah fisika di MAN Baraka? (b) gaya berpikir manakah yang lebih kreatif dalam merencanakan dan menyelesaikan permasalahan fisika di MAN Baraka? II. TEORI Gregorc (1982) mengelompokkan gaya berpikir seseorang kedalam empat kelompok berdasarkan kemampuan mengatur dan mengelola informasi. Keempat kelompok gaya berpikir tersebut adalah gaya berpikir sekuensial konkret (SK), sekuensial abstrak (SA), acak konkret (AK) dan acak abstrak (AA). Keempat gaya berpikir ini dimiliki oleh setiap individu tetapi ada salah satunya yang lebih dominan.
fatcat:nldpodtxl5fktmpayykpk6js54