MORFOLOGI Bruguiera cylindrica (L.) Blume YANG TUMBUH

D Hutan, Mangrove Kecamatan, Siberut Utara, Kabupaten Kepulauan, Mentawai Rizki, Elza Safitri, Asroen Program, Studi Biologi, Stkip Pgri, Sumatera Barat, Gunung Jl, Padang Pangilun (+1 others)
2015 unpublished
Morphology is the result of expression of a genotype that is influenced by environmental factors. Plant morphological variations may occur due to the different conditions of the region, these conditions may include differences in geographical location, ecological conditions such as variations in temperature, humidity, nutrition and others. Has done research on the morphology of Bruguiera cylindrica (L.) Blume grown in mangrove forest districts North Siberut Mentawai District. This morphological
more » ... This morphological study aims to determine the morphology B. Cylindrica and compare it with the data that has been there before. This study was conducted in May-June 2015 in the mangrove forest District of North Siberut Mentawai District. The research method used in the study was a survey and a collection directly in the field. Samples contained area of mangrove forests are taken at random and then proceed to describe the morphology of the species B. Cylindica structure. Based on the research that has been dilakkan B. cylindrica can diketahuhi there are some differences in morphological characters on the roots of these species such as shape, color roots, tree height, color of trunks and branches, filotaksis leaves, leaf color, leaf length, flower color, fruit color, length and the diameter hipokotil. Then from this study can also be added some new information that has not been previously reported. Key word: morfologi Bruguiera cylindrica (L.) Blume, mangrove, mentawai PENDAHULUAN Mangrove merupakan suatu ekosistem yang komplek baik untuk tumbuhan maupun komunitasnya. Mangrove Juga di istilahkan untuk pohon yang hidup di daerah berlumpur, basah dan terletak di perairan pasang surut daerah tropis. Selain itu mangrove juga suatu vegetasi hutan yang tumbuh di antara garis pasang surut sehingga juga di sebut hutan pasang. Istilah-istilah mangrove baik digunakan untuk individu species tumbuhan maupun untuk komunitas pada habitat mangrove (Indryanto, 2006). Tumbuhan pada ekosistem ini merupakan tempat hidup berbagai jenis invertebrata dan vertebrata yang membentuk suatu kesatuan sistem yang menyusun suatu hutan. Vegetasi yang terdapat dalam ekosistem hutan mangrove umumnya didominasi oleh tumbuhan yang mempunyai pneumatofora, atau yang dikenal juga dengan akar nafas, dimana akan mendapat oksigen dalam lumpur yang anoksit, daun-daunnya kuat mengandung banyak air dan mempunyai jaringan internal penyimpan air. Vegetasi utama penyusun hutan mangrove memeiliki habitus tumbuhan dapat berupa pohon atau semak, di bagian bawah batangnya mempunyai akar tunjang dan pada ujung setiap akarnya terdapat akar yang banyak menyamping sehingga mangrove ini tertanam kuat dalam lumpur. Tumbuhan ini bersifat vivipar (buah yang sudah berkecambah diatas pohon). Akar lembaga yang panjang dihasilkan oleh buah yang sudah berkecambah di atas pohon sebelum kecambahnya jatuh ke dalam air. Akar lembaga itu cukup ringan sehingga
fatcat:7urbmwk5svffrhmvthi4naddxa