PENGARUH DISIPLIN DAN KOMUNIKASI TERHADAP KINERJA DOSEN DENGAN KEPEMIMPINAN SEBAGAI VARIABEL MODERASI PADA STIE SULTAN AGUNG PEMATANGSIANTAR

Erbin Chandra
2018 SULTANIST: Jurnal Manajemen dan Keuangan  
Sampel pada penelitian ini adalah semua dosen pada STIE Sultan Agung Pematangsiantar yang berjumlah 45Orang. Data dalam penelitian ini adalah data primer. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner yang dibagikan langsung kepada responden. Metode analisa yang digunakan adalah model Regresi Linear Berganda. Untuk menguji hipotesis secara simultan digunakan Uji F dan secara parsial digunakan Uji t.Hasil dari pengujian yang dilakukan dengan SPSS diperoleh persamaan regresi berganda : Y =
more » ... rganda : Y = 10,539+ 0,397X1+ 0,453X2. Yang berarti nilai konstanta sebesar10,539 yang menunjukkan bahwa apabila variabel disiplin dan komunikasidiasumsikan bernilai nol, maka nilai dari kinerja dosen adalah sebesar10,539.Jika variabel bebas meningkat 1% maka kinerja dosen akan meningkat.Hasil hipotesa uji t hitung variabel penelitian adalah variabeldisiplin diperoleh thitung 4,166 dengan probabilitas signifikan 0,000 lebih kecil dari tingkat keyakinan (level of significant)  = 0,05, untuk komunikasi diperoleh thitung 3,635 dengan probabilitas signifikan 0,001 lebih kecil dari tingkat keyakinan (level of significant)  = 0,05. Maka keputusan yang diambil adalah menolak Ho dan menerima Ha, artinya secara parsial disiplindan komunikasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja dosen STIE Sultan Agung PematangsiantarHasil dari pengujian yang dilakukan dengan moderating diperoleh persamaan regresi berganda : Y = 63,632 + 1,266ZX1 + 1,581ZX2 + 2,189 ZX3 + 1,747 AbsX1 _ X3+ 1,373 AbsX2 _ X3+e. Uji hipotesismenunjukkan bahwa kelima variabel berpengaruh positif terhadap kinerja dosen. Untuk kedua variabel moderating diperoleh thitung 2,064 dan thitung1,735dengan probabilitas signifikan 0,046 dan 0,091 dari tingkat keyakinan (level of significant)  = 0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel kepemimpinan mampu memoderasi variabel kedisiplinan namun tidak memoderasi variabel komunikasi.
doi:10.37403/sultanist.v4i1.63 fatcat:kpvye26ewbgnpkanp24rjyyol4