Upaya Meningkatkan Kemampuan Mengenal Mata Uang Pada Siswa Tunagrahita Ringan Melalui Metode Simulasi Berbelanja di Kantin Sekolah pada Siswa Kelas IV

Zuhdi Zuhdi
2019 Tadabbur: Jurnal Peradaban Islam  
Kelemahan dalam memberikan informasi kepada siswa seringkali terjadi pada saat pelaksanaan proses pembelajaran, dengan demikian dalam merancang dan menyusun pengajaran melibatkan banyak pertimbangan, tidak hanya apa yang akan dipelajari siswa, tetapi juga bagaimana siswa menggunakan apa yang dipelajari serta kemampuan guru dalam melaksanakan proses pembelajaran.Rendahnya pemahaman siswa pada mata pelajaran Matematika terutama dalam materi membaca permmateri mengenal nilai mauta uang, ini
more » ... t dari ketidak mampuan siswa dalam menyelesaikan tes awal pada soal latihanmengenal nilai mata uang . Adapun hasil tes awal ini diikuti oleh sebanyak 3 orang siswa kelas IV Tunagrahita ringan SDLB Negeri Banda aceh telah terungkap bahwa hasil dari tes awal diperoleh skor nilai ketuntasan keseluruhan 33,33 % yang dikatagorikan sangat kurang dengan nilai rata-rata kelas dicapai adalah 57. Dari keseluruhan siswa hanya 1 orang siswa yang mencapai nilai KKM minimum yang ditentukan, yaitu 70. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan mengenal nilai mata uang melalui metode simulasi berbelanja di kantin sekolah pada anak tunagrahita ringan kelas IV SDLB Negeri Banda Aceh. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). yang terdiri atas 2 siklus dengan tahapan setiap siklusnya terdiri dari kegiatan perencanaan, melakukan tindakan, observasi serta refleksi. Data dalam penelitian ini adalah berdasarkan hasil tes, observasi,. Dari hasil analsis diperoleh data bahwa terjadi peningkatan hasil belajar siswa pada setiap siklusnya. Sumber data dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SDLB Negeri Banda Aceh berjumlah 3 orang siswa dengan berbagai tingkat kemampuan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran menggunakan metoda berbelanja di kanti sekolah Dapat meningkatkan kemampuan mengenal nilai mata uang. Hal ini terbukti dengan meningkatnya jumlah siswa yang tuntas dalam belajar yaitu dari 33,33 % sebelum pembelajaran berlangsung, menjadi 66,67 % pada siklus I, dan 100 % pada siklus II. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan metoda simulasi berbelanja di kantin sekolah dapat meningkatkan kemampuan mengenal uang pada siswa tunagrahita ringan kelas IV SDLB Negeri Banda Aceh.
doi:10.22373/tadabbur.v1i1.53 fatcat:y7fhb46zard4bmqkchx5ulxtqu