Tersedia secara online EISSN: 2502-471X PENGEMBANGAN E-MODULE IPS DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL UNTUK SISWA KELAS VII SMPK MATER DEI PROBOLINGGO

Jurnal Pendidikan, Rabiatun Adwiah, Punaji Setyosari, Sulton
2016 Nomor: 9 Bulan September Tahun   unpublished
The utilization of learning resources is the key of the rise of linstructional activities in schools. Generally, school only using the teacher as the main resource of learning. The more appropriate the learning resource, the more easy and rich the students' knowledge. The purpose of this research and development are (1) to produce e-module of integrated social sciences for VII grade students' of SMPK Mater Dei Probolinggo by using contextual approach and (2) to know the learning outcomes in
more » ... al science subject at the VII grade students' of SMPK Mater Dei that learned by using e-module of integrated social sciences. The model of develoment uses in this research is Lee & Owen Model. Based on the results of validation and test it could be concluded that the e-module developed valid and fit for use in learning and can improve student learning outcomes in social studies integrated. Abstrak: Pemanfaatan sumber belajar menjadi salah satu kunci dari berkembangnya kegiatan pembelajaran di suatu sekolah. Pada umumnya, sekolah hanya memanfaatkan guru sebagai sumber belajar utama. Apabila sumber belajar dipilih secara benar dan tepat, akan mempermudah dan memperkaya pengetahuan siswa. Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah (1) menghasilkan produk bahan ajar berupa e-moduel IPS terpadu dengan pendekatan kontekstual untuk siswa kelas VII SMPK Mater Dei Probolinggo yang layak digunakan dan (2) mengetahui hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS kelas VII SMPK Mater Dei Probolinggo menggunakan e-moduel IPS terpadu dengan pendekatan kontekstual. Model pengembangan digunakan adalah model pengembangan Lee & Owens. Berdasarkan hasil validasi dan uji coba maka diperoleh kesimpulan bahwa e-module yang dikembangkan valid dan layak digunakan dalam pembelajaran serta dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS terpadu. Kata kunci: pengembangan, E-module, IPS terpadu, kontekstual Pemanfaatan sumber belajar menjadi salah satu kunci dari berkembangnya kegiatan pembelajaran di suatu sekolah. Pada umumnya, sekolah hanya memanfaatkan guru sebagai sumber belajar utama, padahal kita mengetahui bahwa sumber belajar meliputi pesan, orang, software, hardware, dan material. (AECT, 1994). Mata pelajaran ilmu pengetahuan sosial (IPS) sebagai mata pelajaran yang wajib ditempuh oleh siswa, merupakan mata pelajaran yang disusun secara sistematis, komprehensif, dan terpadu sebagaimana yang tertuang dalam Permendiknas No. 22 Tahun 2006. Melalui pembelajaran terpadu siswa dapat memperoleh pengalaman langsung, sehingga dapat menambah kekuatan untuk menerima, menyimpan, dan memproduksi kesan-kesan tentang hal-hal yang dipelajarinya. Namun, kenyataannya bahwa pembelajaran IPS masih dilaksanakan secara terpisah. Pencapaian standar kompetensi dan kompetensi dasar masih dilakukan sesuai dengan bidang kajian masing-masing tanpa ada keterpaduan di dalamnya. Keberagaman sumber belajar yang ada tidak menjamin keberagaman sumber belajar yang digunakan oleh guru. Apabila sumber belajar dipilih secara benar dan tepat, akan mempermudah dan memperkaya pengetahuan siswa. Jadi tidak hanya fokus pada satu sumber belajar saja. Hampir sebagian sekolah saat ini, masih banyak yang menggunakan buku cetak untuk pembelajaran IPS. Sebenarnya banyak sumber belajar yang bisa digunakan dan dimanfaatkan oleh guru untuk menunjang pembelajaran IPS, serta menambah pengetahuan dan wawasan siswa. Sumber belajar itu bisa berupa lingkungan, dan sumbersumber dari media cetak maupun non cetak (elektronik). Begitu pula yang terjadi di SMPK Mater Dei Probolinggo. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru mata pelajaran IPS kelas VII di SMPK Mater Dei Probolinggo pada tanggal 6 September 2015, ada beberapa permasalahan yang ditemukan, di antaranya (1) bahan ajar yang digunakan oleh guru masih berupa buku teks yang berasal dari berbagai penerbit sehingga konten materinya bervariasi; (2) buku yang digunakan oleh guru masih belum mengacu pada IPS terpadu, masih terpisah-pisah dalam bidang studi geografi, sejarah, ekonomi, dan sosiologi sehingga aspek keterpaduan belum ada; (3) pelaksanaan pembelajaran IPS terpadu di sekolah masih terpisah dalam bidang studi geografi, sejarah, ekonomi, dan sosiologi sehingga dalam
fatcat:xm3kljvfbvgv5hsbrdiwksqlpe