CORRELATION OF COAGULATION STATUS AND ANKLE BRACHIAL INDEX (ABI) IN DIABETES MELLITUS PATIENTS WITH PERIPHERAL ARTERIAL DISEASE

Lany Anggreani Hutagalung, Adi Koesema Aman, Syanti Syafril
2018 Indonesian Journal of Clinical Pathology and Medical Laboratory  
Diabetes Melitus (DM) sering dihubungkan dengan komplikasi mikrovaskular dan makrovaskular. Hiperglikemia merupakan faktorkebahayaan aterosklerosis dan penyakit vaskuler yang menyebabkan kerusakan pembuluh darah serta menyebabkan terjadinya glikasiterhadap hemoglobin, protrombin, fibrinogen dan protein lain yang terlibat dalam mekanisme pembekuan. Diabetes melitus merupakansalah satu faktor kebahayaan Penyakit Arteri Perifer (PAP). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan status
more » ... i hubungan status koagulasiterhadap nilai ABI pasien penyakit arteri perifer dengan diabetes melitus. Penelitian ini bersifat analitik observasional yang dilakukandi Departemen Penyakit Dalam RSUP. Adam Malik Medan masa waktu bulan April-Oktober 2015. Pasien DM dilakukan pemeriksaanAnkle Brachial Index (ABI) dan status koagulasi seperti PT, APTT, fibrinogen dan D-dimer. Pada Penelitian ini menunjukkan perbedaanbermakna antara kadar fibrinogen dan D-dimer dengan PAP, yaitu kadar fibrinogen dan D-dimer di pasien DM dengan PAP lebih tinggidibandingkan dengan pasien DM non-PAP (333,35±127,49 vs 244,95±83,96; p=0,001) dan (648,40±443,96 vs 302,45±108,41;p=0,008). Didapatkan perbedaan bermakna antara kadar fibrinogen dan D-dimer dengan derajat PAP, yaitu kadar fibrinogen danD-dimer di derajat PAP berat lebih tinggi, dibandingkan dengan PAP ringan (374,00±114,94 vs 327,14 ± 136,45; p=0,012) dan (1170,67± 398,72 vs 537,36 ± 348,08; p=0,012). Setelah dilakukan uji kenasaban Spearman, Didapatkan adanya hubungan bermakna antarakadar D-dimer dengan PAP, yaitu peningkatan kadar D-dimer berhubungan dengan rendahnya nilai ABI (r -0,577; p=0,000). KadarFibrinogen dan D-dimer di pasien DM dengan PAP lebih tinggi dibandingkan di pasien DM non-PAP. Peningkatan kadar D- dimerberhubungan dengan rendahnya nilai ABI.
doi:10.24293/ijcpml.v23i2.1139 fatcat:lyr4bgze7jaexm6q32g3dxwkii