Perkawinan Adat Minangkabau

Asmaniar Asmaniar
2018 Binamulia Hukum  
ABSTRAK Minang atau Minangkabau adalah kelompok kultur etnis yang menganut sistem adat yang khas, yaitu sistem kekeluargaan menurut garis keturunan perempuan yang disebut sistem matrilineal. Dalam budaya Minangkabau, perkawinan merupakan salah satu peristiwa penting dalam siklus kehidupan dan merupakan masa peralihan yang sangat berarti dalam membentuk kelompok kecil keluarga baru penerus keturunan. Bagi masyarakat Minangkabau yang beragama Islam, perkawinan dilakukan sesuai dengan ketentuan
more » ... dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Ragam perkawinan masyarakat adat Minangkabau ada 2 (dua), yaitu: 1) Perkawinan ideal yaitu perkawinan antara keluarga dekat seperti anak dari kemenakan; 2) Kawin pantang yaitu perkawinan yang tidak dapat dilakukan seperti anak seibu atau seayah. Tata cara perkawinan masyarakat adat Minangkabau ada 2 (dua), yaitu: 1) Perkawinan menurut kerabat perempuan yaitu pihak perempuan yang menjadi pemrakarsa dalam perkawinan dan dalam kehidupan rumah tangga, dari mulai mencari jodoh hingga pelaksanaan perkawinan; 2) Perkawinan menurut kerabat laki-laki, yaitu pihak laki-laki yang menjadi pemrakarsa dalam pernikahan dan rumah tangga, dari mulai mencari jodoh hingga pelaksanaan perkawinan dan biaya hidup sehari-hari. Bentuk perkawinan di Minangkabau telah mengalami perubahan sesuai dengan perkembangan zaman. Sebelumnya, seorang suami tidak berarti apa-apa dalam keluarga istri, kini suamilah yang bertanggungjawab dalam keluarganya. ABSTRACT Minang or Minangkabau is an ethnic cultural group that adheres to a distinctive system of customs, namely a family system according to the female lineage called the matrilineal system. In Minangkabau culture, marriage is one of the important events in the life cycle and is a very significant transition in forming a small group of new descendants. For Minangkabau people who are Muslims, the marriage is conducted in accordance with the provisions of Law Number 1 of 1974 concerning marriage. Various marriages in Minangkabau custom are 2 (two), namely: 1) Ideal marriage is the marriage between a close family like a child of a nephew; 2) Abstinence Marriage is a marriage that cannot be done such as marrying with siblings. The marriage procedures of the Minangkabau indigenous people are 2 (two), namely: 1) Marriage according to female relatives is a woman who is the initiator in marriage and domestic life, from the start of finding a mate to the implementation of marriage. 2) Marriage according to male relative parties men who become the initiator in marriage and households, or start looking for a mate until the implementation of the marriage and cost of everyday life. The form of marriage in Minangkabau has begun to change according to the times. Formerly, a husband meant nothing in his wife's family, now a husband who is responsible for his family.
doi:10.37893/jbh.v7i2.23 fatcat:cx4moq6n3jeqhip26orbxkg6yi